Tren ‘Co-Working Space’ Alternatif:Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tren 'Co-Working Space' Alternatif: Ketika Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda(Foto AI)

Ilustrasi Tren 'Co-Working Space' Alternatif: Ketika Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda(Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pertama, generasi muda masa kini merasa jenuh. Kedua, suasana kantor konvensional terasa kaku. Ketiga, bekerja dari rumah pun terasa monoton. Kemudian, fenomena bekerja dari mana saja (work from anywhere) melahirkan tren baru di tahun 2026. Selanjutnya, kedai-kedai kopi lokal dengan konsep minimalis pun berubah fungsi. Hasilnya, mereka menjadi ruang kerja bersama atau co-working space dadakan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, tempat-tempat ini tidak hanya menyajikan kopi nikmat. Mereka juga menyediakan fasilitas pendukung produktivitas. Pertama, koneksi internet yang stabil menjadi daya tarik utama. Kedua, colokan listrik di setiap sudut juga membantu. Ketiga, atmosfer yang tenang semakin disukai. Oleh karena itu, para pekerja lepas, freelancer, dan pengusaha digital merasa betah.

Lebih lanjut, perubahan fungsi ini membawa keuntungan ganda. Pertama, pekerja kreatif mendapatkan inspirasi baru. Kedua, pemilik kedai merasakan peningkatan pendapatan. Dengan demikian, tren ini menguntungkan kedua belah pihak.

Fasilitas yang Membuat Betah

Selanjutnya, mari kita bahas fasilitas apa saja yang membuat betah. Pertama, kedai kopi lokal sukses bertransformasi. Kedua, mereka menawarkan lebih dari sekadar kopi enak. Sebagai contoh, pemilik kedai memasang Wi-Fi berkecepatan tinggi. Selain itu, mereka juga menyediakan stopkontak di hampir setiap meja. Kemudian, tata ruang pun memberikan privasi cukup untuk bekerja.

Baca Juga:  BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun, Tumbuh 8,6 Persen

Lebih lanjut, musik latar dipilih dengan volume rendah. Tujuannya agar tidak mengganggu konsentrasi. Oleh karena itu, seorang freelance desainer grafis asal Bandung, Rina Fitriani, mengaku, “Saya lebih produktif bekerja di kedai kopi daripada di rumah. Suasana ramai tapi tidak bising justru memacu kreativitas.” Akibatnya, tidak heran jika pada jam kerja, kedai-kedai ini dipenuhi anak muda. Masing-masing dari mereka membawa laptop. Mereka pun bekerja dengan fokus.

Dampak Ekonomi bagi Pemilik Kedai Lokal

Selanjutnya, tren ini memberikan berkah tersendiri. Pertama, pemilik kedai kopi lokal pun diuntungkan. Kedua, mereka yang jeli melihat peluang tidak hanya mengandalkan penjualan minuman dan makanan. Sebagai contoh, beberapa kedai mulai menerapkan sistem pay per hour. Sistem ini berlaku bagi pengunjung yang ingin bekerja lebih lama.

Baca Juga:  Realita yang Tak Tersorot Kamera: Uda Uni Payakumbuh Bongkar Sisi Gelap Viral dan Generasi Instan

Selain itu, ada juga yang menawarkan paket co-working. Paket tersebut mencakup kopi tak terbatas dan camilan ringan. Menurut catatan Asosiasi Pengusaha Kopi Indonesia (Apsikopi), pendapatan kedai kopi meningkat. Data ini berasal dari laporan akhir tahun 2025. Lebih spesifik, kedai yang menyediakan fasilitas co-working mencatat kenaikan rata-rata 35 persen. Angka tersebut dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, adaptasi terhadap tren menjadi strategi bertahan. Apalagi di tengah persaingan bisnis yang ketat.

Akhirnya, bagi anak muda yang ingin mencoba bekerja di kedai kopi, perhatikan beberapa hal. Pertama, pilih kedai dengan pencahayaan cukup. Kedua, pastikan tidak terlalu ramai di jam tertentu. Ketiga, cari akses internet yang terbukti stabil.

Selanjutnya, bawalah headset untuk antisipasi. Hal ini berguna jika suasana mulai bising. Terakhir, jangan lupa untuk tetap membeli makanan atau minuman. Tindakan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pemilik usaha. Kesimpulannya, dengan memilih tempat yang tepat, bekerja dari kedai kopi menjadi solusi menyenangkan. Anda bisa melepas kebosanan. Anda juga dapat meningkatkan produktivitas.(**)

Berita Terkait

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua
Samsung SDS Perluas Kemitraan AI dengan OpenAI dan Anthropic
Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
KemenUMKM Siapkan Rp115,77 Miliar Pulihkan 38.507 UMKM Sumbar
8 Perangkat Rumah yang Tanpa Disadari Boros Listrik
Investor Kripto RI Tembus 23 Juta Akun, Minat Tetap Terjaga

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:31 WIB

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Senin, 7 September 2026 - 12:37 WIB

Haier Jadi Mitra Global UEFA Champions League 2027-2031

Jumat, 4 September 2026 - 10:26 WIB

Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

KemenUMKM Siapkan Rp115,77 Miliar Pulihkan 38.507 UMKM Sumbar

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB