Argumenrakyat.com, JAKARTA – Banyak pasangan muda yang baru membina rumah tangga justru mengabaikan satu pos keuangan paling vital: dana darurat. Padahal, tanpa jaring pengaman ini, satu musibah seperti pemutusan hubungan kerja atau kecelakaan bisa langsung melumpuhkan keuangan keluarga. Lantas, bagaimana cara menyiapkannya dengan benar? Simak langkah-langkahnya berikut ini.
Pasangan muda perlu memahami dana darurat sebagai tabungan khusus untuk situasi genting dan tidak terduga. Jangan pernah menggunakan dana ini untuk belanja diskon, liburan, apalagi investasi berisiko. Fungsinya murni sebagai penyelamat saat darurat.
Siapa yang Paling Membutuhkan?
Dana darurat sangat krusial bagi pasangan muda di Indonesia yang baru menikah, terutama mereka yang berusia 20–30 tahun dan belum memiliki anak. Pasangan dengan satu anak juga wajib mempersiapkan dana ini dalam jumlah lebih besar karena tanggungannya bertambah.
Segera mulai setelah menerima gaji pertama setelah menikah. Jangan tunda dengan alasan “nanti”, karena waktu terus berjalan dan risiko selalu mengintai kapan saja.
Pisahkan rekening dana darurat dari rekening belanja harian. Pilihlah rekening tanpa kartu ATM atau instrumen likuid seperti reksa dana pasar uang yang mudah dicairkan kapan saja. Jangan campurkan ke deposito berjangka karena sulit ditarik mendadak.
Rata-rata pencari kerja di Indonesia membutuhkan waktu 3–6 bulan untuk mendapatkan pekerjaan baru. Karena itu, pasangan tanpa anak perlu menargetkan minimal 6 kali pengeluaran bulanan. Jika sudah memiliki anak, tingkatkan menjadi 9 hingga 12 kali pengeluaran untuk mengantisipasi tanggungan yang lebih besar.
Langkah Konkret yang Perlu Diterapkan
Pertama, lakukan audit pengeluaran. Catat semua pos belanja rutin, lalu identifikasi pos yang bisa dipangkas, seperti langganan streaming yang jarang dipakai, frekuensi makan di luar, atau kebiasaan membeli kopi kekinian. Kedua, alokasikan minimal 10–15 persen dari gaji gabungan ke pos dana darurat segera setelah gaji masuk, jangan menunggu dari sisa uang akhir bulan. Ketiga, otomatiskan transfer ke rekening khusus agar disiplin tetap terjaga.
Pasangan muda di Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga kota-kota kecil lainnya kini mulai sadar pentingnya dana darurat. Dengan memulai sejak dini, mereka akan merasakan ketenangan pikiran dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Jangan biarkan ketidaksiapan finansial merusak kebahagiaan rumah tangga yang baru dibangun.(**)









