ARGUMENRAKYAT.COM, LIMA PULUH KOTA – Muhammad Genta Saputra, mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya asal Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, terpilih sebagai delegasi utama dalam program Outbound Mobility di Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM). Keberangkatan pemuda asal Luhak Limo Puluah ini menjadi pengakuan atas konsistensi dan rekam jejak riset akademisnya di tingkat nasional maupun internasional.
Terpilihnya Genta dalam program bergengsi yang rencana bakal dilaksanakan bulan Juni ini, didukung oleh portofolio akademiknya yang sangat solid. Pada akhir tahun lalu, ia berhasil meraih dua penghargaan prestisius, yakni Anugerah Emas dan Artikel Terbaik pada ajang Seminar Antarabangsa Pelajar Tahun Akhir Prasiswazah di Malaysia. Di tingkat nasional, kiprahnya juga teruji saat menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an di Universitas Mataram.
Kredibilitas akademik Genta semakin diakui melalui perannya sebagai Editor-in-Chief di Muttashil: Journal of Hadith Studies, sebuah platform independen yang dikelola secara profesional untuk mempublikasikan riset-riset orisinal.
Selain itu, alumni MAPK Padang Panjang tersebut pada bulan Juni mendatang, dua artikel ilmiah karyanya dijadwalkan terbit secara bersamaan di jurnal bereputasi tinggi. Karya tersebut akan dipublikasikan di Millati: Journal of Islamic Studies (jurnal nasional terindeks SINTA 2) serta Journal of Social Issues (jurnal internasional terindeks Scopus yang berbasis di Inggris).
Bagi Genta, keberhasilan menembus batas akademik ini sangat lekat dengan akar identitas budayanya. Ketangguhan riset dan daya kritisnya banyak dibentuk oleh nilai-nilai kearifan lokal tempat ia berasal.
“Prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang menuntut dedikasi dan resiliensi. Di tanah kelahiran saya, Luhak Limo Puluah, Minangkabau, kami senantiasa dihidupkan oleh filosofi ‘Alam Takambang Jadi Guru’. Keberangkatan ke Malaysia ini adalah kelanjutan ikhtiar untuk memadukan kearifan identitas lokal dengan diskursus keilmuan di panggung global. Saya berharap, pengetahuan baru yang didapat kelak bisa memberdayakan komunitas di sekitar saya,” ujar Genta saat diwawancarai oleh argumenrakyat.com, Kamis 21 Mei 2026.
Di samping itu, melalui program Outbound Mobility di UPNM, Genta menyampaikan bahwa dirinya akan fokus mengeksplorasi keterkaitan tradisi keilmuan Islam dengan dinamika sosial modern, serta kajian pelestarian literatur sejarah di era digital.
“Dengan keikutsertaan ini, diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus mendorong batas keilmuan dan bangga membawa identitas lokal ke kancah dunia,” pungkas Genta.









