Ferry Irwandi Ungkap Kampus Barunya Bakal Jadi Solusi Masalah Skill Mismatch di Indonesia

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Ferry Irwandi dalam channel YouTube Rhenald Khasali

Tangkapan layar Ferry Irwandi dalam channel YouTube Rhenald Khasali

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Kreator konten sekaligus aktivis digital Ferry Irwandi membawa kabar mengejutkan. Di tengah berbagai tekanan sosial dan politik yang menderanya setahun terakhir, pria berusia 34 tahun ini diam-diam tengah meretas jalan baru di dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengonfirmasi sedang mendirikan sebuah perguruan tinggi swasta yang digarap serius sejak tahun 2023. Langkah besar ini diambil sebagai respons konkret terhadap mahalnya biaya pendidikan tinggi dan tingginya ketidaksesuaian keahlian (skill mismatch) lulusan universitas dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam bincang-bincang mendalam di kanal YouTube Profesor Rhenald Kasali yang diunggah pada 26 Juni 2026, alumnus STAN tersebut mengungkapkan betapa berbelitnya birokrasi yang harus dilalui demi mewujudkan impian tersebut. Hambatan regulasi dari kementerian hingga kebijakan moratorium sempat memaksa timnya mengkaji opsi akuisisi kampus yang sudah ada.

Baca Juga:  Menilik Aksi Massa dalam Pandangan Tan Malaka: Gejala Putsch dan Kerinduan Masa Radikal

Namun, setelah menghitung analisis biaya dan manfaat (cost-benefit analysis), Ferry memilih untuk membangun institusi baru dari nol. Ia menggandeng Sabda PS, pendiri platform edukasi Zenius, untuk menyusun ekosistem pendidikan yang lebih dinamis.

“Tujuan dari kampus ini dibuat adalah salah satunya ngasih kestabilan pasar juga, karena biaya UKT ini bahkan untuk negeri pun sudah mahal banget,” kata Ferry Irwandi menjelaskan motif ekonomis di balik pendirian kampusnya. Ferry percaya, kehadiran kampusnya akan memaksa pasar melakukan penyesuaian harga karena menawarkan kualitas prima dengan biaya yang sangat terjangkau.

Kurikulum yang disusun pun dirancang agar sangat berkoneksi dengan industri modern agar ilmu yang didapat mahasiswa tidak terbuang sia-sia. “Jangan sampai mereka dapat knowledge, mereka dapat pengetahuan, skill set mereka bertambah itu one thing, tapi di satu sisi jangan sampai ini terbuang sia-sia, enggak nyambung sama kebutuhan industri, atau bahkan sampai-sampai paling apesnya adalah mereka menyesali kuliah yang mereka ambil,” ujar Ferry. Bagi dia, kampus bukan sekadar tempat berburu ijazah, tapi juga ruang untuk mengubah nasib.

Baca Juga:  Tantangan Literasi Digital Generasi Emas 2045: Evaluasi Kurikulum SD Nasional

Lebih jauh, Ferry menyepakati pandangan Rhenald Kasali bahwa esensi dasar sebuah perguruan tinggi adalah memanusiakan manusia. Pendidikan harus mampu membentuk peradaban yang lebih baik. Proyek idealis ini juga didedikasikan bagi para aktivis mahasiswa dan pemuda yang sempat tersandung persoalan hukum akibat menyuarakan aspirasi di jalanan.

Ferry melihat, banyak dari mereka yang dikeluarkan (drop out) dari kampus asal atau kesulitan mencari kerja karena jejak digital kasus hukum mereka. Kampus baru borderless ini diharapkan menjadi suaka bagi siapapun yang ingin memperbaiki masa depan tanpa sekat geografi dan batasan usia.

Berita Terkait

Sanksi Tegas Kampus, UAD Drop Out Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Rekan KKN
​Hadir di SeIBa International Festival, Wawako Padang Paparkan Beasiswa ke Luar Negeri
Curahan Hati soal MBG di MK: Antara Piring Makan dan Nasib Guru yang Terabaikan
Melihat Transisi Pedagogi Anak Minangkabau dari Karya Jeff Hadler
Rapor Merah Matematika SD-SMP, Kemendikdasmen Dorong Kebijakan Berbasis Data Riil
Bawa Falsafah Minangkabau ke Kancah Global, Mahasiswa Asal Mungka Akan Wakili UINSA dalam Program Mobilitas ke UPNM Malaysia
Pemprov DKI Siapkan 103 Sekolah Swasta Gratis, Wakil Ketua DPRD Sebut Bisa Akhiri Ijazah Tertahan
Wow! Lapas Jadi Dapur MBG, Napi Dapat Kerja. Giliran Sarjana S1?

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:11 WIB

Sanksi Tegas Kampus, UAD Drop Out Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Rekan KKN

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:28 WIB

​Hadir di SeIBa International Festival, Wawako Padang Paparkan Beasiswa ke Luar Negeri

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:55 WIB

Ferry Irwandi Ungkap Kampus Barunya Bakal Jadi Solusi Masalah Skill Mismatch di Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:48 WIB

Curahan Hati soal MBG di MK: Antara Piring Makan dan Nasib Guru yang Terabaikan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:49 WIB

Melihat Transisi Pedagogi Anak Minangkabau dari Karya Jeff Hadler

Berita Terbaru