Upskilling atau Tergerus? Strategi Bertahan di Era Otomasi

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mengenal Pentingnya 'Upskilling' di Era Otomasi Demi Menjaga Nilai Tawar di Dunia Kerja(Foto AI)

Ilustrasi Mengenal Pentingnya 'Upskilling' di Era Otomasi Demi Menjaga Nilai Tawar di Dunia Kerja(Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Dunia profesional bergerak sangat cepat. Keahlian yang berharga hari ini belum tentu relevan dua tahun lagi. Otomasi dan kecerdasan buatan (AI) mengambil alih tugas-tugas rutin. Dulu manusia mengerjakan tugas itu semuanya sendir, namun sekarang banyak alat yang mulai menggantikannya.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pekerja wajib meningkatkan kemampuan diri. Istilahnya upskilling. Upskilling bukan lagi menjadi pilihan. melainkan keharusan yang ditingkatkan para pekerja. Karyawan yang rajin belajar akan memiliki nilai tawar tinggi. Perusahaan menyukai karyawan inisiatif. Perusahaan juga menghargai karyawan adaptif.

Anda tidak perlu kuliah lagi. Anda juga tidak perlu program panjang. Mulailah dari hal sederhana. Misalnya, ikuti kursus singkat daring. Platform seperti Coursera atau Udemy menyediakannya. Kelas industri lokal juga pilihan bagus.

Baca Juga:  Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka

Materi populer saat ini: analisis data, literasi AI, manajemen proyek digital, pemasaran konten. Pelajari bahasa asing juga. Inggris dan Mandarin sangat berguna. Perekrut menghargai kemampuan ini.

LinkedIn melakukan survei pada tahun 2025. Survei melibatkan 5.000 profesional Indonesia. Hasilnya, 76 persen responden yang rutin belajar daring mendapat promosi atau kenaikan gaji. Angka ini naik 12 poin dari survei tahun 2023.

MANFAAT JANGKA PANJANG UPSKILLING

Upskilling memberi tiga manfaat utama. Pertama, menjaga nilai tawar di tempat kerja. Kedua, membangun kepercayaan diri. Ketiga, membuka peluang karier baru.

Orang yang menguasai keterampilan langka mudah pindah ke industri tumbuh. Contoh: pekerja administrasi belajar otomatisasi dokumen. Ia lalu melamar sebagai spesialis efisiensi operasional.

Baca Juga:  Persiapan Seleksi Kerja, Kursus Skill Digital Makin Diminati Karyawan Muda

Proses belajar juga melatih otak. Otak menjadi lentur menghadapi perubahan. Dr. Lina Hasan, pakar SDM Universitas Airlangga, mengatakan, “Perusahaan menghargai karyawan dengan growth mindset. Mereka yang berhenti belajar akan tertinggal. Bukan karena tidak pintar. Tapi karena dunia bergerak terlalu cepat.”

Jangan tunggu waktu ideal. Mulai sekarang. Tentukan satu keterampilan yang relevan dengan pekerjaan Anda. Luangkan 30 menit setiap hari. Belajar lewat video tutorial, artikel, atau latihan praktik.

Bergabunglah dengan komunitas pembelajar daring. Komunitas membantu Anda tetap termotivasi. Ingat, upskilling investasi jangka panjang. Semakin cepat Anda mulai, semakin besar peluang menang di era otomasi.(**)

Berita Terkait

Membedah Risalah “Introduksi tentang Soal-Soal Pokok Pokok Revolusi Indonesia” karya D.N Aidit
Menilik Aksi Massa dalam Pandangan Tan Malaka: Gejala Putsch dan Kerinduan Masa Radikal
Ustad Hadi Nur Ramadhan Hadir di Forum Rundiang karena Polemik Video Tan Malaka di Media Sosial
Dari Sebuah Video: Lahirlah Perdebatan Panjang tentang Natsir dan Tan Malaka
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka
Jebakan ‘Lifestyle Creep’: Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja
Tokoh Inspirasi AI: Fei-Fei Li, “Godmother of AI” di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan Modern

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:50 WIB

Membedah Risalah “Introduksi tentang Soal-Soal Pokok Pokok Revolusi Indonesia” karya D.N Aidit

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:50 WIB

Menilik Aksi Massa dalam Pandangan Tan Malaka: Gejala Putsch dan Kerinduan Masa Radikal

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:31 WIB

Ustad Hadi Nur Ramadhan Hadir di Forum Rundiang karena Polemik Video Tan Malaka di Media Sosial

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:50 WIB

Dari Sebuah Video: Lahirlah Perdebatan Panjang tentang Natsir dan Tan Malaka

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:30 WIB

Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Berita Terbaru