Tokoh Inspirasi AI: Fei-Fei Li, “Godmother of AI” di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan Modern

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Inspirasi AI: Fei-Fei Li,

Tokoh Inspirasi AI: Fei-Fei Li, "Godmother of AI" di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan Modern. Source: Google/Reuters

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Dunia mengenal Fei-Fei Li sebagai “Godmother of AI”, julukan yang melekat padanya karena kontribusi fundamentalnya dalam kecerdasan buatan. Ia adalah ilmuwan di balik ImageNet, gugus data raksasa yang menjadi fondasi bagi kemampuan mesin modern dalam “melihat” dan memahami gambar. Tanpa karyanya, ChatGPT, Gemini, atau mobil otonom mungkin tidak akan secanggih sekarang. Perjalanan hidupnya menginspirasi ribuan peneliti muda, khususnya perempuan, untuk berani berkarya di dunia teknologi.

Fei-Fei Li lahir di Beijing pada 3 Juli 1976 dan besar di Chengdu, Sichuan. Keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1992, saat ia berusia 16 tahun. Ia tidak menguasai bahasa Inggris saat pertama tiba di New Jersey. Kondisi ekonomi keluarga mereka sangat terbatas. Ayahnya bekerja memperbaiki mesin, sementara ibunya membantu di toko. Fei-Fei Li tidak menyerah pada keadaan. Ia bekerja di laundry dan restoran Cina sambil belajar keras. Universitas Princeton akhirnya menerimanya dengan beasiswa penuh. Ia lulus dengan predikat cum laude di bidang fisika pada tahun 1999.

Baca Juga:  Tips Menghemat Baterai HP Saat Perjalanan Jauh

Terobosan ImageNet yang Mengubah Sejarah AI
Setelah meraih gelar doktor dari Caltech pada tahun 2005, Fei-Fei Li bergabung dengan Stanford University sebagai profesor. Pada tahun 2007, ia meluncurkan proyek ImageNet bersama koleganya. Timnya mengumpulkan dan memberi label pada lebih dari 14 juta gambar ke dalam 22 ribu kategori. Proyek ini memakan waktu tiga tahun dan melibatkan ribuan pekerja dari 167 negara. Banyak koleganya meragukan kegunaan proyek tersebut. Namun, pada tahun 2012, algoritma deep learning AlexNet memenangkan kompetisi ImageNet dengan tingkat kesalahan hanya 15,3 persen. Peristiwa ini melambungkan era AI modern. Semua sistem pengenalan gambar saat ini, termasuk yang digunakan dalam diagnosis medis dan kendaraan otonom, berutang budi pada ImageNet.

Filosofi Manusiawi dan Pengakuan Global
Fei-Fei Li tidak hanya peduli pada teknologi. Ia sangat memperhatikan aspek kemanusiaan dalam pengembangan AI. Pada tahun 2017, ia mendirikan AI4ALL, organisasi nirlaba yang memperkenalkan AI kepada siswa dari latar belakang kurang terwakili, termasuk perempuan dan minoritas. Ia juga menjadi suara kritis yang menyerukan keadilan, transparansi, dan martabat manusia dalam setiap langkah pengembangan AI. Majalah Time memasukkan namanya dalam daftar Time 100 AI Most Influential People tahun 2023. Sebelumnya, pada tahun 2018, ia menerima penghargaan IEEE PAMI Distinguished Researcher Award.

Baca Juga:  DDR6 Datang, Harga “Ngeri”: Teknologi Masa Depan yang Belum Ramah Dompet

Pesan untuk Generasi Muda
Dalam berbagai pidatonya, Fei-Fei Li selalu menekankan bahwa kecerdasan buatan harus melayani manusia, bukan sebaliknya. Ia mendorong generasi muda untuk tidak takut bermimpi besar, meskipun berasal dari latar belakang sederhana. Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil risiko dapat mengubah dunia. Kini, Fei-Fei Li tetap aktif sebagai profesor di Stanford University dan terus meneliti pengembangan AI yang bertanggung jawab. Kisahnya menjadi nyala api bagi siapa pun yang ingin berkontribusi dalam revolusi teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan.(**) 

Berita Terkait

Mengenal Ho Chi Minh, Bapak Bangsa Vietnam
Ryamizard Ryacudu Wafat: Berpulangnya Sang Jangkar Strategis Matra TNI AD
Syekh Ibrahim Kumpulan, Tokoh Naqsyabandiyah dari Pasaman
Syekh Jamaluddin Pasai dan Apa Hubungannya dengan Ranah Minang?
Ketika Buya Hamka Menguliti Karya M.O. Parlindungan: Seteru Intelektual di Pusaran Distorsi Sejarah
Syekh Adimin Arradji Taram: Poros Spiritual dan Lentera Klasikal dari Tepian Luhak nan Bungsu
Syekh Ibrahim Musa Parabek: Sang Arsitek Moderasi dan Pembaru Pendidikan Minangkabau
Buya Syamsu Anwar Mangkuto Malin Berpulang, Pergi Seorang Ulama Karismatik Asal Taeh Baruah

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:58 WIB

Mengenal Ho Chi Minh, Bapak Bangsa Vietnam

Senin, 1 Juni 2026 - 09:02 WIB

Ryamizard Ryacudu Wafat: Berpulangnya Sang Jangkar Strategis Matra TNI AD

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:10 WIB

Syekh Ibrahim Kumpulan, Tokoh Naqsyabandiyah dari Pasaman

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:50 WIB

Syekh Jamaluddin Pasai dan Apa Hubungannya dengan Ranah Minang?

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:48 WIB

Ketika Buya Hamka Menguliti Karya M.O. Parlindungan: Seteru Intelektual di Pusaran Distorsi Sejarah

Berita Terbaru