Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Diduga Teror terhadap Pembela HAM

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Diduga Teror terhadap Pembela HAM

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Diduga Teror terhadap Pembela HAM

ARGUMENRAKYAT.COM – Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi sorotan publik nasional. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta, dan diduga sebagai bentuk teror terhadap aktivis yang selama ini aktif menyuarakan isu hak asasi manusia (HAM).

Insiden itu dilaporkan terjadi ketika Andrie Yunus tengah beraktivitas di sekitar lokasi kejadian. Tiba-tiba seorang pelaku yang belum diketahui identitasnya menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan segera mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini langsung memicu perhatian luas dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis HAM, organisasi masyarakat sipil, hingga tokoh publik. Banyak pihak mengecam tindakan kekerasan tersebut dan meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini.

Baca Juga:  Natalius Pigai: Jangan Ada Eksekusi Tanpa Pengadilan bagi Begal

Pihak kepolisian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara petugas juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Serangan terhadap aktivis HAM dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan demokrasi. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai negara harus memberikan perlindungan kepada para pembela HAM agar dapat menjalankan perannya tanpa intimidasi.

Baca Juga:  KPK Geledah Rumah Kontraktor Adi Sumarta di Bengkulu

Kasus ini pun kembali mengingatkan publik pada berbagai peristiwa kekerasan terhadap aktivis yang pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Oleh karena itu, banyak pihak mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara transparan dan pelaku segera ditangkap.

Sementara itu, dukungan dan solidaritas kepada Andrie Yunus terus mengalir dari berbagai komunitas aktivis di seluruh Indonesia. Mereka berharap korban segera pulih dan kasus ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap pejuang hak asasi manusia.(**)

Berita Terkait

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Dikerahkan
Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin
Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas Jember Terencana
KPK Geledah BPK Jateng, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
Satu Ton Ketamine Diamankan di Perairan Belawan
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas Jember Terencana

Berita Terbaru

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:22 WIB

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP. (Foto: Dok. ANTARA)

Ekonomi

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:52 WIB

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa. (Foto: iNews.id)

Nasional

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:19 WIB

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB