ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah Indonesia pada hari ini, Jumat (8/5/2026).
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Peringatan ini berlaku khusus bagi nelayan, petani, dan pengguna jalan yang beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Dr. Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif. “Kami mengidentifikasi pola belokan dan pertemuan angin yang memperkuat potensi cuaca ekstrem di beberapa daerah,” ujarnya dalam rilis resmi hari ini.
BMKG mencatat setidaknya tujuh provinsi masuk dalam zona peringatan dini. Wilayah tersebut mencakup Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Maluku, dan sebagian Aceh. BMKG meminta masyarakat di daerah tersebut menghindari pohon besar, baliho, serta struktur bangunan rapuh saat hujan disertai petir.
BMKG juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan lebat dalam durasi panjang berpotensi memicu banjir bandang dan tanah longsor.
BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca secara real-time dan memperbarui informasi setiap tiga jam. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak percaya hoaks dan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG,” tambah Eko.
Hujan lebat disertai angin kencang mulai mengguyur sejumlah daerah seperti Padang dan Pekanbaru hingga berita ini kami turunkan. BMKG dan kepolisian setempat belum menerima laporan korban jiwa, namun beberapa pohon tumbang sempat mengganggu arus lalu lintas.
Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui aplikasi infoBMKG, situs web resmi, atau media sosial BMKG.(**)









