ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Panggung sepak bola Asia Tenggara baru saja melangsungkan ritual krusialnya. Seusai prosesi pengundian grup ASEAN Club Championship 2026/2027 di Jakarta pada Jumat lalu, angin perubahan langsung berembus dari kubu Persib Bandung. Sang juara bertahan kasta tertinggi soal bola Indonesia tersebut tampaknya enggan terbuai romantisme takhta domestik. Menghadapi kalender padat yang membentang di level nasional hingga Asia, manajemen club, tempat legenda Chelsea, Michael Essien pernah berlabuh itu memilih berbenah demi menjaga kedigdayaan.
Langkah strategis ini bukan tanpa alasan. Persib dijadwalkan bertempur di empat kompetisi sekaligus: liga domestik, Piala Indonesia, ASEAN Club Championship (Shopee Cup), dan AFC Champions League Two. Konsekuensinya, kedalaman skuad menjadi harga mati yang tak bisa ditawar.
Di samping itu, Direktur Olahraga Persib Bandung, Adhitia Putra Herawan, memaparkan argumentasinya kepada awak media, sebagaimana dilansir dari ANTARA News:
“Dengan adanya empat kompetisi ini dan hasil drawing tadi, kami akan lebih fokus untuk mencari pemain-pemain yang bisa memperkuat tim kami musim mendatang,” ujarnya.
Adhitia memang belum merinci barisan legiun baru yang masuk radar berburu klub asal Jawa Barat tersebut. Kendati demikian, ia memberikan garansi bahwa rekonstruksi ini akan mendongkrak kualitas tim secara signifikan. Berdasarkan analisis internal mengenai volume pertandingan yang padat, Adhitia mengonfirmasi proyeksi postur skuadnya, “Skuad Persib sudah komplit banget sih enggak. Tapi yang pasti lebih besar dibandingkan musim sebelumnya,”
Proses perombakan ini dipastikan bakal berjalan linier dengan filosofi nakhoda anyar, Igor Tolic, yang menggantikan Bojan Hodak. Duet manajemen dan tim pelatih kini tengah merumuskan cetak biru latihan serta komposisi pemain ideal.
Terkait proyeksi prestasi, Persib secara alamiah membidik supremasi domestik setelah merengkuh trofi tiga edisi beruntun. Namun, redupnya prestasi klub Indonesia di kancah regional memicu motivasi lebih. Tergabung di Grup B ASEAN Club Championship bersama raksasa sekelas Johor Darul Ta’zim dan Port FC, manajemen mencoba mengalkulasi target secara rasional. Melalui premis yang menitikberatkan pada optimisme terukur, Adhitia menjelaskan kembali, “Kami juga nanti realistis. Tapi, untuk sekarang ini, saya. pikir kami mau coba sejauh mungkin di ASEAN Club Championship ini,” ungkap alumnus Politeknik Negeri Bandung itu.









