ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Sejarah kembali tunduk di bawah kaki Cristiano Ronaldo. Di saat publik mulai menganggapnya sebagai “singa yang menua”, penyerang legendaris Portugal itu justru membuktikan bahwa taringnya belum tumpul. Bertanding di Stadion Houston pada Rabu, 24 Juni 2026, Ronaldo sukses memimpin negaranya membantai Uzbekistan dengan skor telak 5-0 dalam laga lanjutan Grup K Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Panggung Houston malam itu sepenuhnya milik sang kapten. Ronaldo mencetak sepasang gol alias brace pada menit ke-6 dan ke-39, sebuah penampilan impresif yang mengantarkannya menyabet penghargaan pemain terbaik atau man of the match.
Namun, lebih dari sekadar tiga poin bagi Seleccao das Quinas, dua gol tersebut resmi menahbiskan namanya ke dalam lembaran rekor baru yang sulit ditandingi.
Ronaldo kini berdiri sendirian di puncak sejarah sepak bola sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia yang berbeda.
Ia resmi memperpanjang rivalitas nya dengan Lionel Messi. Sebelumnya, kedua mega bintang ini tertahan sejajar dengan catatan gol di lima edisi turnamen. Lewat torehan teranyarnya, kapten Al Nassr ini berhasil Menjawab banyak kritikan soal performanya di usia yang tidak lagi muda.
Secara kalkulasi, rekor fantastis pria berusia 41 tahun ini diprediksi akan bertahan sangat lama. Messi memang masih memiliki peluang untuk menyamai catatan tersebut pada Piala Dunia 2030 mendatang, namun La Pulga akan menginjak usia 43 tahun saat turnamen itu digelar.
Ketika diwawancarai pasca pertandingan, Ronaldo mengungkapkan bahwa pertandingan akan datang melawan Kolombiak tak akan mudah baginya, dan rekan-rekannya, “Akan sangat bagus. Tapi yang terpenting adalah hari ini. Menang untuk lolos dari grup dan bersiap untuk apa yang akan datang. Kami tahu kami akan menghadapi pertandingan sulit melawan Kolombia, tetapi tujuan utama adalah lolos dari grup dan kami berhasil. Saya bermain bagus, mencetak gol, membantu tim. Tim bermain sangat baik. Dan kami akan terus maju,” ucap peraih 5 trofi Ballon d’Or tersebut.
Ketika ditanya soal evaluasi pasca seri dengan Kongo, Ronaldo menuturkan bahwa ia dengan tim meningkat secara performa, “Kami meningkat. Begitulah hidup. Ada kompromi yang kita hadapi selama pertandingan, selama hidup, dan tujuan utama selalu untuk meningkatkan diri. Itulah yang kami lakukan. Saya dapat memberi tahu Anda bahwa itu adalah minggu yang sangat berat, minggu yang sulit, minggu di mana opini publik sangat keras terhadap kami, semua pemain, terutama pelatih,” tegasnya.
Sihir Ronaldo di Houston tidak berhenti di sana. Tambahan dua gol ini menggenapkan koleksinya menjadi 10 gol di sepanjang putaran final Piala Dunia. Angka keramat tersebut resmi melampaui rekor legenda terbesar Portugal, Eusebio, yang bertahan puluhan tahun dengan koleksi 9 gol.
Di samping itu, mantan penyerang yang sekaligus legenda Real Madrid tersebut kini resmi menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Portugal di panggung Piala Dunia.









