ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Cristiano Ronaldo kembali membungkam kritik lewat penampilan gemilang saat membawa tim nasional Portugal melibas Uzbekistan di ajang World Cup 2026, Rabu 24 Juni 2026. Menghadapi tekanan mental yang luar biasa besar menjelang pertandingan, sang kapten justru memberikan respons mengejutkan di atas lapangan dengan mencetak brace penentu kemenangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Laga emosional ini bahkan membuat para legenda seperti Pepe berkaca-kaca di tribun penonton.
Pascapertandingan, Ronaldo mencurahkan isi hatinya mengenai beban profesi dan kritik atas usianya. “Tetapi tidak ada yang pernah salah, karena seperti yang dapat kita bayangkan, sudah 23 tahun dalam profesi ini, dan setiap kali semuanya berjalan baik, Cristiano bagus, ketika semuanya berjalan buruk, dia pensiun, dia tua. Akan selalu seperti itu. Tetapi tetapi itu adalah respons yang baik bagi saya dan rekan-rekan setim saya, yang memang kami inginkan,” ujarnya tegas.
Ia memuji kedisiplinan taktik tim yang bermain dengan garis pertahanan tinggi untuk mengunci kemenangan telak lima gol tanpa balas. “Kami berada di posisi yang baik, kami bermain bagus, kami bermain dengan garis pertahanan tinggi. Dan ketika itu terjadi sangat sulit untuk menghentikan Portugal, bukan kebetulan kami mencetak lima gol. Saat ini dalam sepak bola sangat sulit, dan sebenarnya saya sangat Senang. Sekarang saatnya beristirahat dan melanjutkan ke pertandingan berikutnya.”
Ketika ditanya mengenai keberhasilannya bergabung dengan deretan torehan dari penyerang top seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, dan Erling Haaland sebagai pencetak gol di turnamen ini, Ronaldo memberikan jawaban yang sarat akan keyakinan diri. “Saya selalu sampai di sana. Mungkin terlambat, tapi saya sampai di sana. Itulah mengapa saya terus melakukan pekerjaan saya, saya saya sangat percaya pada apa yang saya lakukan, saya sangat percaya bahwa jika saya bekerja keras, Tuhan membantu,” tutur pemain Al-Nassr itu.
Ronaldo menutup komentarnya dengan menegaskan komitmennya untuk mengabaikan segala kegaduhan dari luar lapangan demi keharmonisan internal tim. “Karier saya selalu seperti ini, dan saya sangat bahagia. Bagi saya yang terpenting adalah tim, bersatu dengan mereka, bersatu dengan keluarga kami, dan kami tahu kami dapat mengendalikan itu. Segala sesuatu yang datang dari luar, kami tidak dapat mengendalikannya. Karena ketika kami tidak bermain bagus, kami tidak menang, kami selalu diserang, terutama saya, tetapi saya sudah terbiasa, dan saya terus maju.” Ucap putra dari mendiang José Dinis Aveiro.









