ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya yang sangat kuat bahwa bangsa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk mencapai target-target raksasa, baik di sektor ketahanan energi nasional maupun di panggung olahraga internasional. Hal tersebut disampaikan dalam pidato terbarunya yang secara khusus menyoroti keberhasilan implementasi program biodiesel B50 sekaligus mengungkapkan kegelisahan mendalamnya terhadap prestasi dunia sepak bola tanah air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan yang berlangsung di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026 tersebut, Prabowo menegaskan komitmen penuh jajaran pemerintah dalam mengejar kemandirian energi dan mengurangi emisi karbon global melalui pembangunan infrastruktur energi terbarukan secara masif. Ia menantang jajaran kementerian terkait serta PT PLN (Persero) untuk segera mewujudkan target penyediaan energi bersih dalam waktu yang relatif singkat.
“Kita akan bangun 100 GW Tenaga surya. 100 GW dalam 2 tahun,” ujar Presiden Prabowo.
Meskipun sangat optimis dengan target ambisius tersebut, Presiden mengakui bahwa langkah berani yang diambil oleh jajaran pemerintah ini pastinya tidak akan lepas dari berbagai kritik, skeptisisme, dan keraguan dari para pengamat. Namun, ia mengingatkan jajarannya untuk tidak goyah dalam melangkah demi mewujudkan kedaulatan bangsa.
“Kita akan dihujat pakar-pakar yang pintar-pintar itu akan bilang ‘Mana mungkin’,” kata Presiden Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo memanfaatkan momentum keberhasilan transisi energi terbarukan ini untuk menyentil performa dunia sepak bola Indonesia. Ia mengaku terus-menerus merasa resah karena negara sebesar Indonesia yang mampu melahirkan inovasi teknologi tinggi seperti B50 justru masih kesulitan untuk menembus kompetisi sepak bola kasta tertinggi di dunia.
“Kita bisa B50 tapi tidak bisa masuk Piala Dunia saya masih tidak puas, saya tidak puas,” tutur mantan Menteri Pertahanan RI era Joko Widodo tersebut.
Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa sepak bola bukan sekadar permainan olahraga biasa, melainkan sebuah pertaruhan kehormatan dan harga diri bangsa di mata dunia internasional. Secara khusus, ia meminta perhatian serius dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta Menteri Keuangan untuk merumuskan anggaran yang dibutuhkan demi membawa skuad Garuda ke pentas dunia.
“Jangan anggap enteng sepak bola itu kehormatan ya,” tegasnya.
Di samping itu, Presiden berpesan kepada seluruh menteri dan kepala daerah agar tetap fokus bekerja secara solid mencari solusi nyata demi mengurangi kesulitan yang dihadapi masyarakat, serta mengabaikan segala bentuk sinisme publik. Bagi Prabowo, kritik dan hujatan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari oleh seorang pemimpin dalam mengabdi kepada negara.
“Kalau tidak berani dihina diejek difitnah dikritik ya ada tiga hal yang bisa kita berbuat ya, do nothing say nothing be nothing,” ucapnya.
Presiden pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kerja sama tim (teamwork) yang kuat demi menjamin keberlanjutan program pembangunan dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya secara estafet.









