Bongkar Lab Narkoba di Tangerang: BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis Rumahan, 3 Tersangka Dibekuk

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bongkar Lab Narkoba di Tangerang: BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis Rumahan, 3 Tersangka Dibekuk

Bongkar Lab Narkoba di Tangerang: BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis Rumahan, 3 Tersangka Dibekuk

TANGERANG, ArgumenRakyat.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mencatatkan keberhasilan signifikan dalam perang melawan narkotika pada awal tahun 2026. BNN berhasil membongkar sebuah laboratorium narkotika tersembunyi (clandestine laboratory) yang memproduksi tembakau sintetis jenis MDMB-4en-Pinaca di salah satu rumah hunian di wilayah perumahan Tangerang, Banten, pada Jumat, 9 Januari 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka yang memiliki peran berbeda dalam jaringan produksi narkotika rumahan ini. Ketiganya adalah ZD yang bertugas sebagai pelaku utama sekaligus peracik (koki), FH sebagai penguji hasil produksi, dan Fir yang berperan sebagai kurir.

Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Marihot, menjelaskan bahwa pabrik narkotika ini tergolong rapi karena beroperasi di tengah pemukiman warga guna mengelabui pengawasan.

“Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi tembakau sintetis selama kurang lebih dua bulan,” ujar Aldrin dalam keterangan resminya sebagaimana dilansir dari Antara.

Baca Juga:  BNN Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair di Kepri

Modus Operandi: Bahan Baku Dibeli Secara Online

Salah satu fakta mengejutkan dari pengungkapan ini adalah kemudahan para pelaku dalam mendapatkan alat produksi. Berdasarkan hasil interogasi, para tersangka mengaku bahwa bahan-bahan utama prekursor narkotika, bahan kimia, hingga peralatan laboratorium dibeli secara daring (online).

Hal ini menjadi sorotan serius bagi BNN terkait celah pengawasan dalam transaksi digital. Aldrin menekankan pentingnya kerja sama dengan industri teknologi dan penyedia platform untuk memantau serta menutup celah perdagangan bahan kimia ilegal yang disalahgunakan untuk pembuatan narkotika sintetis.

Dari lokasi penggerebekan, BNN menyita sejumlah barang bukti yang sangat signifikan, antara lain:

  • 153 gram MDMB-4en-Pinaca.

  • 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan.

  • Sisa residu produksi (MDMB Inaca).

  • Berbagai bahan kimia cair dan peralatan laboratorium canggih.

Selamatkan 8.000 Jiwa dan Ancaman Penjara 15 Tahun

BNN menaksir bahwa dengan digagalkannya produksi dan peredaran narkotika dari laboratorium ini, negara berhasil menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa anak bangsa dari ancaman ketergantungan narkoba.

Baca Juga:  Lab Sabu Terbesar RI di Aceh Dibongkar

Terkait pertanggungjawaban hukum, para tersangka kini dijerat dengan Pasal 610 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (KUHP Baru). Mereka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan/atau denda paling banyak Rp500 juta.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama aktivitas mencurigakan di rumah-rumah kontrakan atau hunian perumahan yang tertutup. BNN memastikan akan terus mengembangkan kasus ini untuk melacak kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik pendanaan laboratorium gelap tersebut.

Sumber Referensi:

  • Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) RI

  • Laporan Kantor Berita ANTARA: BNN Bongkar Pabrik Narkotika Tangerang

  • Investigasi Megapolitan Kompas.com: Modus Clandestine Laboratory di Perumahan

  • Update Kriminalitas DetikNews: Penangkapan Koki dan Kurir Narkoba

Berita Terkait

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Dikerahkan
Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin
Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas Jember Terencana
KPK Geledah BPK Jateng, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
Satu Ton Ketamine Diamankan di Perairan Belawan
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas Jember Terencana

Berita Terbaru

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:22 WIB

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP. (Foto: Dok. ANTARA)

Ekonomi

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:52 WIB

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa. (Foto: iNews.id)

Nasional

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:19 WIB

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB