Pigai vs Willy: Silang Sengkarut Anggaran Berujung Tuntutan Cabut Pernyataan

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sketch Art Colored

Sketch Art Colored "Pigai dan Willy"

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Gesekan politik membara di ruang sidang Senayan. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, melayangkan protes keras terhadap Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya. Pigai mendesak politikus NasDem tersebut mencabut pernyataannya yang menyebut rencana pembentukan kantor wilayah Kementerian HAM tidak mendasar dan membebani keuangan negara.

Persoalan ini memuncak pasca-Komisi XIII menunda persetujuan usulan anggaran Kementerian HAM tahun 2027 pada Rabu, 10 Juni 2026. Dewan meminta refocusing dan restrukturisasi anggaran sebelum pembahasan berlanjut.

Merespons narasi yang berkembang, Pigai memberikan konfirmasi bernada retoris dan argumentatif melalui perspektif pertanggungjawaban publik nya, “Jika Ketua Komisi XIII DPR RI punya marwah, seharusnya pernyataannya harus dihapuskan karena tidak punya bukti dan tidak kredibel. Pernyataannya pada saat giat rapat kerja beberapa waktu lalu, justru keliru dan menyesatkan publik,” ungkap Pigai dalam keterangannya, dilansir Senin (15/6/2026) dari Tirto.id.

Baca Juga:  Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: "Agak Menyakitkan"

Alumnus STPMD APMD itu menjelaskan bahwa institusinya tidak pernah menyisipkan draf alokasi untuk pembangunan gedung baru dalam rancangan anggaran 2027. Tuduhan yang dialamatkan ke kementeriannya dinilai tidak berlandaskan pada dokumen validasi serta pemaparan resmi Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Dokumen tersebut, klaim Pigai, sejatinya telah didistribusikan secara komprehensif kepada legislator. Pigai kembali menuturkan, “Kami dari Kemenham RI sudah bagikan bahan resmi sebelum rapat, jadi semua fraksi sudah ketahui,” tegas Pigai.

Menurut pria kelahiran Kabupaten Paniai itu, proyeksi anggaran 2027 didedikasikan untuk penguatan institusi, implementasi program pemajuan, penegakan HAM, serta akselerasi kapasitas organisasi demi mandat konstitusi. Alih-alih membangun fisik gedung, fokus dialihkan pada pembentukan kantor wilayah baru di daerah berbeban kerja tinggi demi memperluas kehadiran negara.

Baca Juga:  DPR Disebut Bakal Panggil Menhut Raja Juli Buntut Temuan Amplop Gratifikasi

Struktur SDM juga diperkuat lewat penyiapan mediator serta analis HAM. Di seberang meja, parlemen memiliki kalkulasi ekonomi-politik tersendiri. Willy Aditya berkukuh pada prinsip efisiensi fiskal makro dan menganggap ekspansi infrastruktur bukan prioritas mendesak di tengah ancaman resesi global.

Dalam forum legislatif yang sarat dialektika kebijakan publik tersebut, Willy menyampaikan pandangan kritisnya yang bernuansa pragmatis, “Enggak usah bangun kantor. Enggak usah. Kantornya sudah ada. Ini beban negara lagi. Negara sedang krisis. Perawatannya. Kita berpikir progresif begitu,” kata pria kelahiran Solok tersebut.

Bagi Willy, Kementerian HAM semestinya murni berorientasi pada pelayanan berbasis masyarakat ketimbang terjebak dalam urusan logistik perkantoran. Polemik anggaran ini pun kini menyisakan tanda tanya besar terkait titik temu antara urgensi birokrasi dan penghematan uang rakyat.

Berita Terkait

Ngopi Pagi Pemuda dan Pemimpin Payakumbuh Kian Jauh
Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang
Advokat Dorong Peradilan Adat Diakui Sistem Hukum
Dua Tahun Prabowo dan Perang Persepsi Ketahanan Nasional
Refleksi Tahanan Politik: Mencari Makna Hidup di Salemba
Untuk Siapa Demokrasi Bekerja? Catatan atas Buku Jemmy Setiawan
Golkar Segera Ajukan PAW Bamsoet dan Sarmuji ke KPU
Guruh Soekarnoputra Wafat, Prabowo Sampaikan Duka

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Ngopi Pagi Pemuda dan Pemimpin Payakumbuh Kian Jauh

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Advokat Dorong Peradilan Adat Diakui Sistem Hukum

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:32 WIB

Dua Tahun Prabowo dan Perang Persepsi Ketahanan Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Refleksi Tahanan Politik: Mencari Makna Hidup di Salemba

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB