Kejagung Beberkan Nasib Motor Listrik BGN: Terbengkalai di Gudang

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: uzone.id

Foto: uzone.id

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Sengkarut dugaan korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) kian benderang. Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan bahwa puluhan ribu unit motor listrik yang dibeli instansi pimpinan Dadan Hindayana tersebut nyatanya masih tertahan di ruang penyimpanan dan belum tersalurkan ke daerah.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, korps adhyaksa mencatat sebanyak 21.801 unit armada roda dua bertenaga nirkabel tersebut telah sepenuhnya dilunasi oleh BGN. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, dalam keterangannya kepada awak media sebagaimana dilansir dari tirto.id, mengonfirmasi realitas stagnasi distribusi tersebut, “Sampai sekarang motor itu masih berada di gudang-gudang. Hanya sebagian kecil yang sudah sampai di tujuan, di tempat masyarakat, di tempat dapur-dapur berada,” ucapnya, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga:  Ada Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Program MBG

Kendati berada di pusaran perkara rasuah, penyidik menegaskan tidak akan melakukan penyitaan aset-aset tersebut demi kemaslahatan publik. Korps Adhyaksa justru mendorong akselerasi penyaluran sarana transportasi itu guna menyokong program prioritas negara, yakni Makan Bergizi Gratis. Dalam argumentasi yudisialnya, ia kembali memaparkan proyeksi kebijakan penyidik kedepan, “Kami akan dorong juga bekerja sama dengan BGN untuk segera menuntaskan proses distribusi ya terhadap motor-motor tersebut,” tutur dia.

Sebelumnya, bangunan konstruksi kasus ini mencuat setelah Kejagung mengendus adanya pembengkakan nominal ( mark up ) dalam kalkulasi Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dinilai melawan hukum. Nilai pagu pengadaan armada ini terhitung fantastis, mencapai angka triliunan rupiah dengan taksiran harga per unit yang melambung tidak wajar.

Baca Juga:  Abraham Samad: KPK Tak Perlu Verifikasi, Langsung Panggil Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni

Dalam pemaparan komprehensif mengenai estimasi nilai total proyek dan indikasi penggelembungannya, Syarief menjabarkan formulasi finansial yang tengah diaudit:
“Yang pertama, anggaran betul, sekitar Rp1,1 triliun kurang lebih sekitar segitu. Kemudian untuk mark-up-nya, itu sedang kami hitung secara pastinya,” ujar mantan Kejari, Jakarta Selatan tersebut, Jumat (12/6/2026) malam.

Syarief kemudian mengelaborasi lebih lanjut perihal rincian nominal per unit dari armada yang tengah diusut tersebut:

“Kurang lebih sama, hampir sama dengan nilai pengadaan, sekitar 40 sekian…. Rp47 juta kurang lebih ya (harga motornya),” ungkap Syarief.

Berita Terkait

Serahkan 12 Alat Bukti ke Polda Sumbar, Kuasa Hukum YFDK Turut Seret Wali Kota Bukittinggi
Melihat Kasus Operasi Tangkap Tangan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Daur Ulang Pesta Korupsi di Tanah Jati
Akrobat Bisnis Seluler Pasca-Ketukan Palu MK: Era Kuota Hangus Resmi Berakhir?
Universitas Fort De Kock Laporkan Dugaan Tindakan Kekerasan oleh Satpol PP Ke Polresta Bukittinggi
Rekam Jejak Tersangka Korupsi KBS, Chairul Anwar
Penyidik Gabungan Polri Sambangi Gedung Bundar Kejagung, Bawa Koper Besar
​KPK Ungkap Dugaan Aliran Dolar Singapura ke Menhut, Berasal dari Pungutan Petani Kuansing
Natalius Pigai Kalah di PTUN, Mutasi Jabatan di Kementerian HAM Resmi Dibatalkan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:02 WIB

Melihat Kasus Operasi Tangkap Tangan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Daur Ulang Pesta Korupsi di Tanah Jati

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:49 WIB

Akrobat Bisnis Seluler Pasca-Ketukan Palu MK: Era Kuota Hangus Resmi Berakhir?

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:26 WIB

Universitas Fort De Kock Laporkan Dugaan Tindakan Kekerasan oleh Satpol PP Ke Polresta Bukittinggi

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:15 WIB

Rekam Jejak Tersangka Korupsi KBS, Chairul Anwar

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:30 WIB

Penyidik Gabungan Polri Sambangi Gedung Bundar Kejagung, Bawa Koper Besar

Berita Terbaru

Foto: Presiden Prabowo Subianto (Dok. BPMI Setpres/Cahyo)

Nasional

Rapor Merah Survei Kepuasan dan Tangkisan Lembut dari Istana

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:37 WIB

Foto: Presiden Prabowo Subianto (Dok. BPMI Setpres/Kris)

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Agustus, Mensesneg Buka Suara

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:33 WIB