IRGC Bantah Klaim Sepihak Donald Trump, Sebut Jadwal Penandatanganan Hanya “Gimmick” Ulang Tahun

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo IRGC

Logo IRGC

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Perseteruan narasi kembali memanas di Timur Tengah. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa Iran akan menandatangani perjanjian damai pada hari Minggu ini. Pihak militer elite Teheran tersebut mengkritik apa yang mereka sebut sebagai “kegigihan luar biasa” dari sang presiden.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagaimana dilansir CNN, Minggu (14/6/2026), IRGC mengonseptualisasikan dinamika ini sebagai sebuah taktik tekanan psikologis. Dalam uraian resminya, IRGC menggambarkan jadwal penandatanganan tersebut sebagai “ujian bagi tim negosiasi Iran”. Berdasarkan analisis strategis mereka, IRGC menyebut pengumuman Trump tersebut disampaikan “meskipun para negosiator Iran secara eksplisit menyatakan bahwa memorandum tersebut belum diselesaikan dan penandatanganan pada hari Minggu pasti tidak akan terjadi.”

Baca Juga:  Kenaikan Target Output OPEC+ dan Pemulihan Jalur Distribusi Tekan Harga Minyak Mentah

Melalui rilis di kanal Telegram, IRGC menganalisis adanya motif personal di balik determinasi Washington. Mereka menyarankan bahwa Trump bermaksud menjadwalkan momentum tersebut bertepatan dengan hari ulang tahunnya pada 14 Juni.

Secara teoretis, para pakar menilai tindakan ini berorientasi pada pencitraan politik. “Beberapa pengamat percaya bahwa kegigihannya mungkin didorong oleh keinginan untuk menggunakan kesempatan itu secara simbolis dan mengubahnya menjadi acara publisitas pribadi,” bunyi pernyataan tersebut dikutip dari detikNews.

Baca Juga:  Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan

Di sisi lain, Trump justru menyuarakan optimisme global. Dilansir AFP, Trump menilai kesepakatan akhir perang di Timur Tengah ini akan membuka kembali Selat Hormuz secara penuh. Melalui konfirmasi geopolitik di platform Truth Social, Trump mengartikulasikan maklumatnya pada Sabtu (13/6): “Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA,” umgkap Trump.

Kendati pembukaan jalur navigasi internasional ini krusial bagi stabilitas energi dunia, klaim sepihak Trump dinilai prematur dan belum berkorespondensi dengan sikap resmi Kementerian Luar Negeri Iran yang menegaskan kesepakatan tidak akan diteken hari Minggu.

Berita Terkait

Gertak Sambal di Jalur Minyak: Ketika Trump Memutar Haluan ke Meja Perundingan
Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak
Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten
Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan
Konflik Meningkat: Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Perburuk Kondisi Warga

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Gertak Sambal di Jalur Minyak: Ketika Trump Memutar Haluan ke Meja Perundingan

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Berita Terbaru