Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat Ditandatangani, Kabar Baik bagi 4 Juta Buruh Tekstil

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI. Prabowo dan Trump teken perjanjian perdagangan di Washington DC, Kamis (19/2/2026) (Setkab RI/dok)

ILUSTRASI. Prabowo dan Trump teken perjanjian perdagangan di Washington DC, Kamis (19/2/2026) (Setkab RI/dok)

JAKARTA, ARGUMENRAKYAT.COM – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani perjanjian dagang resiprokal yang mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kesepakatan ini dinilai menjadi angin segar bagi sekitar empat juta buruh tekstil di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjanjian tersebut bertujuan memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan prinsip saling menguntungkan, khususnya melalui peningkatan akses pasar dan kepastian ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar Amerika Serikat.

Dorong Daya Saing Industri Tekstil

Sektor tekstil dan produk tekstil menjadi salah satu industri yang diharapkan memperoleh dampak langsung dari kesepakatan ini. Dengan terbukanya akses pasar yang lebih luas serta penyesuaian tarif dan hambatan dagang, pelaku industri optimistis ekspor TPT nasional dapat kembali tumbuh.

Baca Juga:  Stok Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton, Tertinggi dalam Sejarah 59 Tahun Perum Bulog

Pemerintah menilai perjanjian ini dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha tekstil nasional di tengah tekanan global, sekaligus memberikan kepastian kerja bagi jutaan tenaga kerja yang bergantung pada sektor tersebut.

Respons Pemerintah dan Pelaku Industri

Kementerian terkait menyatakan bahwa perjanjian dagang ini merupakan bagian dari strategi memperkuat struktur industri nasional dan menjaga stabilitas ketenagakerjaan. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk mengawal implementasi kesepakatan agar benar-benar berdampak pada sektor riil.

Sementara itu, asosiasi industri tekstil menyambut positif perjanjian tersebut. Mereka berharap kebijakan ini dapat meningkatkan pesanan ekspor, memperbaiki utilisasi pabrik, serta menahan laju pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sempat terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:  Krisis Venezuela Memanas: Intervensi Militer AS Picu Harga Emas Dunia ke Rekor Tertinggi

Masih Menunggu Implementasi Teknis

Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan bahwa dampak nyata dari perjanjian ini sangat bergantung pada implementasi teknis di lapangan. Pemerintah diminta memastikan bahwa pelaku usaha kecil dan menengah di sektor tekstil juga dapat merasakan manfaat dari kesepakatan dagang tersebut.

ArgumenRakyat.com akan terus memantau perkembangan lanjutan, termasuk kebijakan turunan dan respons pasar terhadap perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat ini.


Penulis: Redaksi Argumen Rakyat
Editor: Admin AR

Berita Terkait

Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak
Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten
Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan
Konflik Meningkat: Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Perburuk Kondisi Warga
Menanti Efek Reda Selat Hormuz, Begini Kata Airlangga Hartarto

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:31 WIB

Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten

Berita Terbaru