IHSG Melemah di Awal Pekan: Bayang Bearish dan Asa Rebound

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: IHSG melemah dengan gaya sketch art pencil

Ilustrasi: IHSG melemah dengan gaya sketch art pencil

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas signifikan ke level 5.512,940 pada Senin pagi, 8 Juni 2026. Mengutip parameter data dari RTI Business pukul 09.30 WIB, indeks turun 81,825 poin atau sebesar 1,46 persen. Amuk pasar ini menyeret 556 saham memerah, menyisakan 98 menguat dan 84 stagnan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kejatuhan yang menggerus kapitalisasi pasar hingga Rp9.695,529 triliun, transaksi bergerak aktif. Sebanyak 8,361 miliar saham berpindah tangan lewat 522.515 kali transaksi senilai Rp5,325 triliun, dengan rentang gerak indeks di antara 5.346,335 hingga 5.520,533.

Baca Juga:  Rekor Pecah! Harga Emas Antam Tembus Rp2,58 Juta Per Gram Akibat Gejolak Geopolitik Global

Analisis saham dari Binaartha Sekuritas, mengonstruksikan pembacaan empiris secara rigid, melihat bahwa IHSG melemah 1.70% di level 5839.785 pada akhir perdagangan 4 Juni 2026. IHSG membentuk candle hammer setelah menyentuh target proyeksi Fibonacci 138.2 persen dari panjang wave I yaitu di level 5673.

Melalui postulat pergerakan gelombang, pasar disinyalir mendeteksi titik jenuh jual. Berdasarkan hal tersebut, maka hari ini terdapat potensi rebound meskipun sifatnya masih terbatas. Wave iv bisa segera terjadi, di mana targetnya yaitu untuk menguji resisten 6264 selama pergerakan hari ini tetap berada di atas 5673.

Baca Juga:  BBM Tak Naik, Tapi Dompet Rakyat Tetap Tercekik: Ada Apa dengan Ekonomi Kita?

Secara struktural, fluktuasi indeks dibatasi parameter psikologis yang ketat. Berdasarkan indikator tren, ditemukan konklusi bahwa level support IHSG berada di 5673, 5439 dan 5052, sementara level resistennya di 5964, 6264, 6459 dan 6587. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.

Berita Terkait

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
RAPBN 2027: Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Inflasi 2,5 Persen
43 Persen Fintech RI Cetak Laba, Era Bakar Uang Ditinggalkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:31 WIB

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Jumat, 4 September 2026 - 10:26 WIB

Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB