Rupiah Menguat, Apa yang Terjadi?

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Rupiah menguat dan faktor- faktornya, dengan gaya Colored Pencil Sketch Art

Ilustrasi: Rupiah menguat dan faktor- faktornya, dengan gaya Colored Pencil Sketch Art

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTANilai tukar rupiah pada Rabu pagi bergerak menguat sebesar 158 poin atau 0,88 persen menjadi Rp17.900 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.058 per dolar AS. Lonjakan ini terjadi akibat respons positif para pelaku pasar ekonomi terhadap kebijakan domestik teranyar.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis pasar uang dari Bank Woori Saudara, Rully Nova, dalam analisis teoretis mengenai transmisi makroekonomi, menilai bahwa apresiasi mata uang Garuda dipicu penyesuaian fiskal dari sektor energi. Melalui pengamatan dan korelasi kebijakan anggaran terhadap stabilitas nasional, ia memaparkan argumentasinya secara komprehensif sebagaimana dilansir dari ANTARA, Jakarta pada Rabu, “Transmisi kebijakan kenaikan harga BBM non subsidi dinilai baik (oleh pelaku pasar) terhadap fiskal pemerintah dan risiko sosial politik yang masih terkendali,” ucapnya.

Baca Juga:  Fenomena 'Gamis Bini Orang' Guncang Tren Lebaran 2026: Dari Viral TikTok Hingga Tembus Pasar Afrika

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, serta Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter mulai 10 Juni 2026. Penyesuaian berkala ini diputuskan setelah berkoordinasi erat dengan pihak regulator. Sebaliknya, harga Pertamax Turbo tetap Rp20.750, Dexlite Rp23.000, Pertamina Dex Rp24.800, serta BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar masing-masing bertahan di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Sentimen positif moneter juga didorong oleh keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,5 persen. Kebijakan ketat ini sukses memicu reli indeks saham serta menjaga minat investor asing pada lelang obligasi pemerintah.

Baca Juga:  Airlangga: Lokasi PFII di Bali Masih Tahap Evaluasi

Namun, penguatan Rupiah tetap dibayangi volatilitas eksternal. Meninjau kausalitas antara risiko geopolitik global dan proyeksi volatilitas moneter kontemporer, Rully Nova memberikan konklusi akademisnya, “Faktor global akan memperberat langkah rupiah untuk penguatan lebih jauh, di antaranya risiko geopolitik eskalasi konflik AS dan Iran terbaru membuat harga minyak masih di level yang tinggi dan pelaku pasar masih menunggu data inflasi AS nanti malam yang diperkirakan akan berada pada tren peningkatan,” ungkap Rully.

Berdasarkan seluruh faktor-faktor ekonomi tersebut, interaksi pasar menempatkan nilai rupiah hari ini pada tingkat Rp17.993,20 per 1 dolar AS.

Berita Terkait

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
RAPBN 2027: Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Inflasi 2,5 Persen
43 Persen Fintech RI Cetak Laba, Era Bakar Uang Ditinggalkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:31 WIB

Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Jumat, 4 September 2026 - 10:26 WIB

Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB