Negara Makin Kuat, Pasar Makin Dikontrol: Rakyat Diuntungkan atau Dibatasi?

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Negara Makin Kuat, Pasar Makin Dikontrol: Rakyat Diuntungkan atau Dibatasi? (Foto AI)

Ilustrasi Negara Makin Kuat, Pasar Makin Dikontrol: Rakyat Diuntungkan atau Dibatasi? (Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Arah kebijakan pemerintah tahun 2026 menunjukkan tren nyata. Negara kian dominan mengatur roda ekonomi. Di bawah Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mengambil langkah strategis demi stabilitas nasional. Mulai dari pengendalian harga energi hingga intervensi pasar valuta asing oleh Bank Indonesia.

Di permukaan, semua tampak terkendali. Harga BBM tidak melonjak dan inflasi terjaga. Otoritas terkait pun mampu meredam gejolak besar. Namun, sebuah pertanyaan mulai mengusik: apakah rakyat benar-benar merasakannya, atau stabilitas ini hanya indah di atas kertas?

Angka Cantik di Atas Kertas vs Realita Isi Dompet

Negara kini lebih aktif menentukan arah ekonomi. Mekanisme tidak lagi sepenuhnya milik pasar. Bank Indonesia memperkuat langkah ini. Mereka menahan suku bunga acuan pada level 4,75 persen. Selain itu, pengawasan keuangan diperketat guna mengantisipasi risiko global.

Baca Juga:  Rupiah Tembus 18.000! Dr. Anton Permana: 60% Dunia Maya Kita Adalah Bot, Indonesia Dalam Perang Kognitif

Ekonom menyebut fenomena ini sebagai “stabilitas defensif”. Negara bekerja keras menahan guncangan melalui APBN dan subsidi. Namun, masyarakat mulai merasakan dampaknya. Secara makro, BPS mencatat inflasi Maret 2026 sebesar 3,48 persen, turun dari Februari.

Sayangnya, realita lapangan membenturkan angka cantik tersebut. Kelompok pangan justru menjadi penyumbang utama inflasi. Data PIHPS Nasional 7 April 2026 mencatat harga yang mencekik. Cabai rawit merah tembus Rp85.550/kg. Daging sapi menyentuh Rp146.550/kg, dan ayam ras di kisaran Rp44.000/kg. Inilah paradoksnya: angka makro stabil, namun rasa aman ekonomi rakyat kecil belum tercipta.

Dilema Stabilitas: Perlindungan Negara atau Pembatasan Ekonomi?

Pemerintah memandang intervensi ini sebagai langkah preventif. Mereka menilai kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja. Namun bagi pelaku pasar, kebijakan ini justru membatasi ruang gerak. Kebijakan pusat kini mendikte mekanisme yang seharusnya berjalan alami.

Baca Juga:  Kemenekraf Dorong Konten Digital Jadi Sumber Ekonomi

Dalam jangka pendek, kontrol kuat memang meredam gejolak. Namun jangka panjang, dominasi negara berisiko menciptakan ketergantungan. Pasar menjadi tidak fleksibel. Pelaku usaha pun ragu untuk berekspansi. Pemerintah kini di posisi sulit. Melepaskan pasar berisiko memicu harga liar, namun terlalu mengontrol bisa mematikan dinamika ekonomi.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan soal seberapa kuat negara mengatur. Ukurannya adalah dampak nyata bagi taraf hidup orang banyak. Jika stabilitas makro gagal menurunkan biaya hidup riil, publik tentu akan bertanya-tanya. Bagi masyarakat, rumusnya sederhana: mereka tidak peduli siapa yang mengendalikan, mereka hanya ingin hidup yang lebih ringan.(**)

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB