Kopda Rico Pramudia Gugur di Lebanon: Tembakan Tank Israel Merenggut Martir Perdamaian Keempat Indonesia

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopda Rico Pramudia Gugur di Lebanon Source:Google/Suara.com

Kopda Rico Pramudia Gugur di Lebanon Source:Google/Suara.com

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Kabar duka kembali menyelimuti misi perdamaian dunia. Prajurit terbaik TNI, Kopda Rico Pramudia, gugur pada Jumat (24/4/2026) setelah hampir satu bulan melawan luka parah akibat serangan tank Israel di Lebanon Selatan.

Negara menaikkan pangkat almarhum secara anumerta dari Praka menjadi Kopda sebagai penghormatan tertinggi atas pengorbanannya.

Kronologi: Tank Israel Menembak, Prajurit Garuda Gugur

Insiden bermula pada 29 Maret 2026. Tank Merkava Israel menembaki posisi pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di dekat Kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Serangan yang sama merenggut nyawa Praka Farizal Rhomadhon seketika, sementara Rico mengalami luka kritis.

Selama nyaris empat pekan, Rico menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. Georges, Beirut. Namun, luka beratnya tak kunjung pulih. Pada 24 April 2026 pukul 10.32 waktu Beirut, ia menghembuskan napas terakhir.

Baca Juga:  Mahfud MD Desak Penyelidikan Aktor di Balik Pembubaran Film 'Pesta Babi'

Juru Bicara Sekjen PBB, Stéphane Dujarric, mengonfirmasi bahwa proyektil penembak prajurit Indonesia berasal dari tank Israel. Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut serangan terhadap pasukan bertopi biru sebagai pelanggaran serius hukum internasional.

Gugurnya Kopda Rico menjadikan Indonesia kehilangan empat prajurit dalam kurun waktu kurang dari satu bulan di Lebanon. Tiga pahlawan lainnya gugur pada 29 dan 30 Maret 2026.

Pemerintah RI mendesak PBB menggelar investigasi menyeluruh dan transparan. “Perlindungan terhadap pasukan perdamaian adalah harga mati,” tegas Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga:  Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka

Penghormatan Militer dan Kepulangan Sang Pahlawan

UNIFIL menggelar upacara penghormatan terakhir di Bandara Beirut pada Minggu (26/4/2026). Komandan UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara memimpin langsung upacara tersebut. Personel Garuda membopong peti jenazah berbalut Merah Putih dengan iringan penghormatan militer.

Keluarga dan TNI segera menerbangkan jenazah Kopda Rico ke tanah air. Ia meninggalkan seorang istri dan putra yang masih kecil. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan duka mendalam, “Semangat juangnya akan terus hidup sebagai inspirasi perdamaian dunia.”

Selamat jalan, pahlawan Garuda. Darahmu tak tumpah sia-sia. (**)

Berita Terkait

Melihat Pasamabahan di Ateh Pakuburan: Retorika Kematian dan Dialektika Maaf di Ranah Minang
Melihat Pandangan A.A Navis: Kosmologi Matrilineal Minangkabau
Melihat Transisi Pedagogi Anak Minangkabau dari Karya Jeff Hadler
Payakumbuh dan Urat Nadi Saudagar: Riwayat Rute Niaga Kuno Menembus Selat Malaka
Ketika Buya Hamka Menguliti Karya M.O. Parlindungan: Seteru Intelektual di Pusaran Distorsi Sejarah
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka
Mahfud MD Desak Penyelidikan Aktor di Balik Pembubaran Film ‘Pesta Babi’

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 14:55 WIB

Melihat Pandangan A.A Navis: Kosmologi Matrilineal Minangkabau

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:49 WIB

Melihat Transisi Pedagogi Anak Minangkabau dari Karya Jeff Hadler

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:12 WIB

Payakumbuh dan Urat Nadi Saudagar: Riwayat Rute Niaga Kuno Menembus Selat Malaka

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:48 WIB

Ketika Buya Hamka Menguliti Karya M.O. Parlindungan: Seteru Intelektual di Pusaran Distorsi Sejarah

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:30 WIB

Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Berita Terbaru