Bea Cukai Endus Modus Selundupan Baju Bekas Antarpulau lewat Jalur Domestik

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Purbaya Yudhi Sadewa, dan Jajaran Pimpinan Bea Cukai, Konferensi pers terbaru terkait penindakan pakaian bekas impor ilegal (balepress) digelar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 23 Juni 2036

Foto: Purbaya Yudhi Sadewa, dan Jajaran Pimpinan Bea Cukai, Konferensi pers terbaru terkait penindakan pakaian bekas impor ilegal (balepress) digelar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 23 Juni 2036

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengungkap modus baru penyelundupan pakaian bekas (balepress) ilegal yang memanfaatkan jalur perdagangan domestik antarpulau guna mengelabui petugas di pelabuhan. Pakaian-pakaian bekas tersebut diduga sengaja dikumpulkan secara bertahap di wilayah perbatasan sebelum dikirim ke kota-kota besar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyoroti tajam maraknya peredaran balepress ini. Menurut dia, impor pakaian bekas bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman serius bagi industri tekstil dalam negeri sekaligus menurunkan martabat bangsa.

“Peredaran balepress ini dapat menurunkan citra bangsa di mata dunia, karena kita dianggap tidak mampu mengelola produk dalam negeri sendiri dan mau menerima barang bekas dari negara lain,” kata Purbaya dalam konferensi pers penindakan pakaian bekas di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa, 23 Juni.

Baca Juga:  Tangan Besi Pengumpul Pajak: Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Menjangkau Shadow Economy

Dirinya juga menambahkan bahwa kualitas pakaian yang disita kali ini bahkan jauh lebih buruk dari temuan-temuan sebelumnya. “Kalau Anda lihat barangnya ini kan jelek, tidak sebagus yang dulu kita lihat,” ujarnya.

Di samping itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjend (Purn) Djaka Budhi Utama, menjelaskan bahwa komoditas ilegal ini masuk ke Indonesia melalui jalur tikus di perbatasan Kalimantan. Guna menghindari pemeriksaan ketat kepabeanan internasional, para penyelundup mengumpulkan muatan tersebut di gudang penimbunan perbatasan sebelum mendistribusikannya menggunakan kapal domestik.

“Barang-barang ini tidak langsung diimpor dari negara asal, tetapi melalui transit. Balepress ini dilakukan lewat perbatasan, sedikit demi sedikit dikumpulkan di gudang penimbunan, lalu diangkut melalui kapal dengan sistem domestik sehingga dianggap sebagai perdagangan antarpulau,” ungkap Djaka.

Baca Juga:  Purbaya Berdalih Soal Logika "Nombok" Dinas Presiden

Pihak DJBC kini tengah melacak jaringan tersebut guna mengidentifikasi aktor utama maupun pihak-pihak di luar negeri yang terlibat dalam rantai pasok ilegal ini. Berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47 Tahun 2025, pakaian bekas merupakan barang yang dilarang total untuk diimpor. Oleh sebab itu, kerugian negara dari komoditas ini tidak lagi dihitung berdasarkan potensi penerimaan bea masuk atau Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), melainkan dari dampak kerusakan immaterial terhadap pasar produksi lokal dan risiko kesehatan akibat kontaminasi virus berbahaya.

Adapun nilai dari 43 kontainer barang tangkapan yang berhasil diamankan petugas di Pelabuhan Tanjung Priok dan Kalimantan Barat ini diperkirakan mencapai Rp37 miliar hingga Rp41 miliar di pasar. Pemerintah menegaskan seluruh pakaian bekas sitaan ini akan segera dimusnahkan dan tidak akan dilepas ke pasar domestik.

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng
Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB