Waspada Hantavirus di Indonesia: Kemenkes Catat 23 Kasus di 9 Provinsi

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Waspada Hantavirus. (Foto AI)

Ilustrasi Waspada Hantavirus. (Foto AI)


ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengeluarkan peringatan serius. Peringatan ini terkait penyebaran Hantavirus di Indonesia.

Data hingga awal Mei 2026 mencatat 23 kasus positif. Kasus ini tersebar di sembilan provinsi. Periode pencatatan mencakup 2024 hingga 2026. Tiga orang meninggal dunia. Sebanyak 20 pasien lainnya sembuh. Angka fatalitas kasus (case fatality rate/CFR) mencapai 13 persen. Penyakit dari tikus ini menjadi ancaman, meski jumlah kasus relatif kecil. Kemenkes telah memantau 251 kasus suspek di seluruh Indonesia. Sebanyak 221 kasus dinyatakan negatif. Empat kasus lain masih dalam pemeriksaan.

Sebaran Terbanyak di Jakarta dan Yogyakarta

Dua provinsi mencatat kasus terbanyak. DKI Jakarta dan DI Yogyakarta masing-masing memiliki enam kasus. Jawa Barat menyusul dengan lima kasus. Sembilan provinsi lainnya masing-masing melaporkan satu kasus. Provinsi tersebut adalah Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Lonjakan kasus tertinggi terjadi pada tahun 2025. Pada tahun itu tercatat 17 kasus. Tahun 2024 hanya satu kasus. Hingga minggu ke-16 tahun 2026, tercatat lima kasus. Kemenkes menegaskan bahwa strain Hantavirus di Indonesia adalah Seoul Virus. Virus ini menyebabkan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). HFRS adalah demam berdarah dengan sindrom gangguan ginjal.

Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan DBD, Kemenkes Instruksikan PSN Serentak Mulai Pekan Ini

Cara Penularan: Tidak dari Manusia ke Manusia

Masyarakat perlu memahami satu hal penting. Hantavirus tidak menular antarmanusia. Penularan terjadi melalui partikel udara (aerosol). Partikel ini berasal dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Seseorang dapat menghirup partikel saat membersihkan area terkontaminasi. Risiko paling tinggi jika menyapu dalam keadaan kering. Kontak langsung dengan kotoran atau gigitan tikus juga bisa menularkan. Kelompok paling berisiko antara lain petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, dan pengendali hama. Mereka yang tinggal di lingkungan padat dengan sanitasi buruk juga rentan.

Gejala Mirip Flu Biasa

Gejala awal Hantavirus sangat mirip flu. Penderita biasanya mengalami demam tinggi. Sakit kepala terasa hebat. Nyeri otot menyebar ke seluruh tubuh. Mual dan kelelahan ekstrem juga umum terjadi. Jika tidak segera ditangani, kasus berat dapat memicu penurunan fungsi ginjal. Gangguan pernapasan juga bisa muncul. Masyarakat harus waspada jika gejala tidak kunjung membaik dalam dua hingga tiga hari. Kewaspadaan ekstra diperlukan bagi mereka yang memiliki riwayat kontak dengan lingkungan berpotensi tikus.

Baca Juga:  Anomali Harga Pangan 2026: Cabai Anjlok Hingga 18 Persen, Harga Beras dan Minyak Goreng Kian Menghimpit Rakyat

Langkah Pencegahan dari Kemenkes

Pencegahan dapat dimulai dari kebersihan lingkungan. Tutuplah semua akses masuk tikus ke rumah. Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat. Buang sampah secara rutin setiap hari. Jangan pernah menyapu kotoran tikus secara langsung. Semprot area dengan disinfektan terlebih dahulu. Gunakan kain basah untuk membersihkan. Kenakan masker dan sarung tangan saat membersihkan. Kemenkes memastikan risiko penyebaran luas masih rendah. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala mencurigakan. (**)

Berita Terkait

Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka
Ekspor CPO hingga Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Prabowo: Biar Rakyat Sejahtera!
Pelemahan Rupiah Ancam PHK Massal, Ini Kata Pengamat
Pasca-Kecelakaan Menegangkan di Solok Selatan, Begini Kondisi Terbaru Wagub Sumbar Vasko Ruseimy
Presiden Prabowo Serahkan 6 Jet Tempur Rafale dan Alutsista Modern ke TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma
Anies Baswedan Jadi Konsultan Kehormatan Pembangunan Kota di Arab Saudi
Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:30 WIB

Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:24 WIB

Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:10 WIB

Ekspor CPO hingga Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Prabowo: Biar Rakyat Sejahtera!

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pelemahan Rupiah Ancam PHK Massal, Ini Kata Pengamat

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:06 WIB

Pasca-Kecelakaan Menegangkan di Solok Selatan, Begini Kondisi Terbaru Wagub Sumbar Vasko Ruseimy

Berita Terbaru