Atasi Stigma dan Keterbatasan Akses, Kemenkes Luncurkan Layanan Kesehatan Mental Berbasis Web

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kemenkes Luncurkan Layanan Kesehatan Mental Berbasis Web : AI

Ilustrasi Kemenkes Luncurkan Layanan Kesehatan Mental Berbasis Web : AI

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi memperluas jangkauan layanan kesehatan jiwa bagi masyarakat melalui platform berbasis web. Langkah inovatif ini diambil untuk mengatasi tantangan klasik dalam penanganan kesehatan mental di Indonesia, yakni keterbatasan jumlah tenaga profesional, akses yang belum merata, serta masih kuatnya stigma negatif di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur di Kementerian Kesehatan, Imran, menyatakan bahwa inovasi layanan berbasis web ini merupakan bagian dari transformasi kesehatan nasional. Menurutnya, banyak penderita gangguan jiwa yang enggan mencari bantuan karena takut akan label negatif atau kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan secara fisik.

“Tantangan kesehatan mental sangat kompleks. Melalui layanan digital ini, kita berupaya menciptakan lingkungan yang suportif dan memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan tanpa harus merasa terintimidasi oleh stigma,” ujar Imran dalam keterangan persnya pada Minggu, 11 Januari 2026.

Kolaborasi Global dan Platform Mindfulness

Dalam pengembangan layanan ini, Kemenkes menggandeng Fakultas Psikologi Universitas YARSI melalui tim peneliti PSIDAMAI. Platform ini juga mengadaptasi model intervensi dari This Way Up, sebuah layanan kesehatan mental digital ternama asal Australia yang telah teruji secara ilmiah.

Baca Juga:  6 Jenis Buah yang Bisa Menurunkan Asam Urat

Ketua Tim Peneliti PSIDAMAI Universitas YARSI, Ratih Arruum Listiyandini, Ph.D., menjelaskan bahwa platform ini mengedepankan program intervensi mindfulness digital. Fokus awal layanan ini ditujukan bagi kelompok anak muda yang memiliki literasi digital tinggi, namun ke depannya akan diperluas untuk populasi umum.

“Kami merancang layanan ini agar lebih inklusif dan adaptif dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Pendekatan berbasis web dipilih karena lebih fleksibel dan dapat diakses kapan saja,” ungkap Ratih.

Integrasi dengan SATUSEHAT Mobile

Selain platform web yang sedang dikembangkan bersama YARSI, Kemenkes juga terus mengoptimalkan fitur kesehatan mental pada aplikasi SATUSEHAT Mobile. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melakukan skrining kesehatan jiwa secara mandiri dan gratis.

Baca Juga:  Rahasia Sehat Buah Pir: Si Manis Renyah Penumpas Kolesterol hingga Kanker

Bagi peserta yang ingin melakukan pengecekan kondisi mental, berikut adalah langkah mudahnya:

  1. Buka aplikasi SATUSEHAT Mobile di ponsel.

  2. Pilih menu Fitur dan klik pada bagian Kesehatan Mental.

  3. Klik Mulai Skrining dan jawab pertanyaan sesuai kondisi emosional dalam 30 hari terakhir.

  4. Hasil skrining akan memberikan edukasi serta rekomendasi layanan medis jika diperlukan.

Prioritas Kesehatan Nasional 2026

Langkah Kemenkes ini selaras dengan tren kesehatan 2026 yang menempatkan kesejahteraan mental (mental wellness) sebagai prioritas utama. Data menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat, terutama Gen Z, terhadap isu kesehatan jiwa kini meningkat pesat.

Gaya hidup sehat di tahun 2026 tidak lagi hanya fokus pada fisik, tetapi juga mencakup praktik mindfulness, “detoks digital”, dan keberanian untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan. Dengan adanya layanan berbasis web ini, pemerintah berharap angka depresi dan kecemasan di masyarakat, terutama di daerah terdampak bencana, dapat ditekan secara signifikan.(**)

Berita Terkait

Waspada Sayur Berformalin, Ini Cara Mendeteksinya
Telinga Tersumbat Lama? Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring
512 Santri Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Sidoarjo 30 Hari
Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana Lebih Aman untuk Gula Darah?
7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi Sejak Dini
Batuk Akibat Asap Karhutla atau Pneumonia? Kenali Bedanya
Bahaya Menghirup Asap Karhutla bagi Tubuh dan Paru-paru
Banten Lampaui Target, Jadi Contoh Program CKG-TBC Nasional

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:21 WIB

Waspada Sayur Berformalin, Ini Cara Mendeteksinya

Rabu, 2 September 2026 - 16:35 WIB

Telinga Tersumbat Lama? Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring

Rabu, 2 September 2026 - 16:20 WIB

512 Santri Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Sidoarjo 30 Hari

Rabu, 2 September 2026 - 10:20 WIB

Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana Lebih Aman untuk Gula Darah?

Selasa, 1 September 2026 - 10:19 WIB

7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi Sejak Dini

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB