Berikut Manfaat Buah Salak yang Jarang Diketahui

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Buah Salak (Dok. Istimewa)

Foto Buah Salak (Dok. Istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Salak (Salacca zalacca), buah eksotis asli Indonesia yang identik dengan kulit bersisik tajam, kerap dipandang sebelah mata dalam peta pangan fungsional. Padahal, di balik teksturnya yang renyah dan cita rasa manis-sepat, buah ini menyimpan khasiat kesehatan yang signifikan.Berbagai riset menunjukkan bahwa konsumsi salak secara teratur dapat memberikan kontribusi besar dalam menjaga stabilitas metabolik tubuh.

Salah satu keunggulan utama buah salak terletak pada kandungan antioksidan yang tinggi, seperti vitamin C dan senyawa fenolik. Senyawa ini berperan sebagai counter-mechanism terhadap dampak buruk radikal bebas di dalam tubuh. Selain itu, buah salak memiliki indeks glikemik yang relatif rendah.

Baca Juga:  Gejala Awal Kanker Lambung yang Sering Diabaikan

Karakteristik ini menjadikannya pilihan camilan yang aman bagi penderita diabetes melitus karena tidak memicu lonjakan kadar glukosa darah secara drastis setelah dikonsumsi.

Kandungan serat pangan atau dietary fiber yang melimpah pada daging buahnya juga berfungsi optimal dalam memelihara ekosistem mikrobiota usus. Serat tersebut mendukung kelancaran sistem pencernaan sekaligus memberikan efek satietas (rasa kenyang) yang lebih lama, sehingga sangat suportif untuk manajemen berat badan.

Tidak kalah penting, kehadiran kalium dalam buah salak ikut menunjang regulasi tekanan darah, memperkuat proteksi terhadap fungsi kardiovaskular secara jangka panjang.
Mitos keliru yang menyebutkan bahwa konsumsi salak dapat memicu konstipasi semestinya segera diluruskan.

Baca Juga:  Menilik Manfaat Hidrasi Air Hangat bagi Optimalisasi Tubuh di Pagi Hari

Selama bagian kulit ari (epidermis) yang tipis pada siung buah tidak dikupas secara berlebihan, jalinan serat alami di dalamnya justru akan memperlancar proses defekasi. Dengan mengintegrasikan komoditas lokal ini ke dalam menu harian, masyarakat tidak hanya merawat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, tetapi juga melakukan investasi kesehatan yang preventif melalui pemenuhan nutrisi yang seimbang.

Berita Terkait

7 Organ Tubuh yang Rusak akibat Kadar Gula Darah Tinggi
Lima Makanan yang Bikin Umur Panjang Orang Jepang
IDAI Peringatkan Asap Karhutla Sebabkan Stunting pada Anak
BPOM Buka Suara soal Teh Botol Sosro Diduga Isi Sabun
Waspadai Gagal Ginjal Anak Akibat Hipertensi Tak Terkontrol
Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Dirjen WHO
Apakah Kanker Payudara Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Dokter
Kanker Payudara Bisa Sembuh bila Ditemukan Stadium Awal

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:05 WIB

7 Organ Tubuh yang Rusak akibat Kadar Gula Darah Tinggi

Senin, 2 November 2026 - 11:18 WIB

Lima Makanan yang Bikin Umur Panjang Orang Jepang

Minggu, 1 November 2026 - 11:29 WIB

IDAI Peringatkan Asap Karhutla Sebabkan Stunting pada Anak

Minggu, 1 November 2026 - 11:02 WIB

BPOM Buka Suara soal Teh Botol Sosro Diduga Isi Sabun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Waspadai Gagal Ginjal Anak Akibat Hipertensi Tak Terkontrol

Berita Terbaru

Narasumber podcast Kusieh Bendi menjelaskan digitalisasi peradilan. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Digital

E-Berpadu dan AI Majelis Hakim, Wajah Baru Peradilan

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:46 WIB

Hujan Es Terjang Kuningan, 50 Rumah Warga Rusak. (Foto: Dok. Tribun Jogja)

Nasional

Hujan Es Terjang Kuningan, 50 Rumah Warga Rusak

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:49 WIB

Pasutri Bunuh Bayi di Toilet Umum Kebayoran Lama. (Foto: Dok. Polres Metro Jakarta Selatan)

Hukum

Pasutri Bunuh Bayi di Toilet Umum Kebayoran Lama

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:43 WIB

Enam Kabupaten di Jatim Dikepung Banjir dan Longsor. (Foto: Dok. BMKG Maritim Tanjung Perak)

Nasional

Enam Kabupaten di Jatim Dikepung Banjir dan Longsor

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:38 WIB

BNPB: 742 Hektare Lahan Terbakar, Kalteng Terluas. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

BNPB: 742 Hektare Lahan Terbakar, Kalteng Terluas

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:32 WIB