Sinar Matahari Pagi untuk Tulang: Modal Utama Lawan Osteoporosis

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi inar Matahari Pagi untuk Tulang: Modal Utama Lawan Osteoporosis(Foto AI)

Ilustrasi inar Matahari Pagi untuk Tulang: Modal Utama Lawan Osteoporosis(Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Kebiasaan bangun siang di hari libur sering membuat kita melewatkan momen berharga: paparan sinar matahari pagi. Padahal, di waktu senggang seperti akhir pekan, kebiasaan berjemur 15 menit adalah investasi kesehatan paling murah untuk kesehatan tulang jangka panjang.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Sinar Pagi Penting untuk Tulang?
Sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari adalah sumber utama vitamin D alami. Vitamin ini berperan krusial karena fungsinya seperti kunci pembuka pintu bagi penyerapan kalsium. Kata Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tanpa vitamin D yang cukup, kalsium dari makanan tidak akan terserap optimal oleh tulang. Akibat jangka panjangnya bisa meningkatkan risiko rapuh tulang alias osteoporosis.

Baca Juga:  Diana Earlene Terpilih Duta Muda BPJS Kesehatan Padang 2026

Bagi wilayah tropis seperti Indonesia, para ahli menyarankan jendela waktu berjemur yang aman dan efektif, yaitu sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 pagi. Pada rentang tersebut, indeks sinar UV masih relatif rendah, sehingga aman bagi kulit namun tetap optimal untuk membentuk vitamin D.

Anda tidak perlu berjam-jam berada di bawah terik matahari. Cukup luangkan waktu 10 hingga 15 menit. Paparan sesingkat itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian tanpa risiko kulit terbakar atau iritasi. Cukup biarkan area tangan dan kaki Anda terpapar langsung tanpa penghalang.

Baca Juga:  Orang Tua Simak, 7 Cara Membina Hubungan Dekat dengan Anak

Lebih dari Sekadar Vitamin D
Selain memperkuat tulang, kebiasaan berjemur pagi juga memicu otak melepas hormon serotonin. Hormon ini dikenal sebagai pengendali suasana hati alami. Meningkatnya serotonin membuat perasaan lebih bahagia, tenang, dan siap menghadapi aktivitas sepanjang hari.Jadi, di sela-sela rutinitas akhir pekan, terutama pada hari Minggu, cobalah luangkan waktu sejenak untuk berjemur di halaman rumah. Investasi 15 menit di bawah sinar pagi akan membawa manfaat besar bagi kekuatan tulang dan kebahagiaan Anda hingga masa tua nanti. (**)

Berita Terkait

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua
Waspada Sayur Berformalin, Ini Cara Mendeteksinya
8 Perangkat Rumah yang Tanpa Disadari Boros Listrik
Telinga Tersumbat Lama? Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring
512 Santri Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Sidoarjo 30 Hari
Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana Lebih Aman untuk Gula Darah?
7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi Sejak Dini
Batuk Akibat Asap Karhutla atau Pneumonia? Kenali Bedanya

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Jumat, 4 September 2026 - 10:21 WIB

Waspada Sayur Berformalin, Ini Cara Mendeteksinya

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

8 Perangkat Rumah yang Tanpa Disadari Boros Listrik

Rabu, 2 September 2026 - 16:35 WIB

Telinga Tersumbat Lama? Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring

Rabu, 2 September 2026 - 16:20 WIB

512 Santri Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Sidoarjo 30 Hari

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB