Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri PU, Dody Hanggodo, (Dok. ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Foto: Menteri PU, Dody Hanggodo, (Dok. ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Pemerintah menyiapkan dua ruas jalan tol utama di Pulau Jawa sebagai lokasi uji coba pendaratan pesawat jet tempur dalam kondisi darurat. Langkah strategis lintas kementerian ini dilakukan guna mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur sipil untuk mendukung kebutuhan sistem pertahanan dan keamanan nasional.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua jalur bebas hambatan yang diproyeksikan untuk pengujian darurat tersebut berlokasi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat. Fasilitas moda transportasi darat ini dirancang agar dapat bertransformasi menjadi landasan pacu darurat bagi armada udara militer saat situasi krisis atau darurat militer terjadi.

Adapun ruas pertama adalah Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi atau Tol Prosiwangi, khususnya di kawasan Situbondo. Sementara itu, lokasi kedua yang diproyeksikan menjadi area pengujian darurat berada di koridor Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan atau Tol Japek II Selatan di Jawa Barat.

“Ada beberapa ruas jalan tol yang memang kita diamanatkan bisa dipakai penerbangan pesawat jet tempur manakala dalam kondisi darurat. Ini dalam kondisi darurat ya, jadi ada disclaimer dulu,” tegas Dody di Kantor Kementerian PU Jakarta, Rabu (22/7) mengutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga:  KAN Kubang Putiah Sebut Trase Tol Sicincin - Bukittinggi Ancam Akar Sejarah dan Lahan Produktif Nagari

Di samping itu, sejumlah jalur bebas hambatan memang diamanatkan oleh regulasi agar dapat digunakan sebagai landasan pendaratan jet tempur apabila terjadi keadaan darurat. Meski demikian, ia menegaskan tidak semua ruas jalan tol secara otomatis dapat difungsikan sebagai lokasi pendaratan darurat bagi pesawat militer.

Pemilihan titik lokasi harus memenuhi kriteria dan persyaratan teknis yang amat ketat dari kementerian terkait maupun pihak militer. Salah satu syarat fisik utama yang wajib dipenuhi adalah ketiadaan perintangan fisik ruang udara di sepanjang lintasan. Pemilihan lokasi juga harus memenuhi berbagai persyaratan teknis, termasuk memastikan tidak ada jalan layang atau overpass yang dapat mengganggu proses pendaratan maupun lepas landas pesawat.

Selanjutnya, guna menyokong skenario pertahanan negara, pelaksanaan uji coba pendaratan jet tempur diyakini memberi nilai tambah bagi evaluasi kelayakan teknis jalan tol. Dody menguraikan bahwa apabila pengujian berhasil, hal tersebut berpotensi meningkatkan kualifikasi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada ruas jalan tol bersangkutan.

Baca Juga:  Capaian Gemilang Akhir Tahun: Indonesia Catat "Zero Terror Attack" Sepanjang 2025, Polri Waspadai Radikalisme Digital

Program integrasi fungsi infrastruktur publik ini sebelumnya telah dibuktikan oleh TNI Angkatan Udara. Personel TNI AU sukses menggelar simulasi pendaratan serta lepas landas pesawat jet tempur jenis F-16 di Jalan Tol Trans-Sumatera Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka). Menyusul kesuksesan pengujian tersebut, Kementerian Pertahanan meminta agar simulasi serupa kembali dilaksanakan di ruas jalan tol lain, dengan Tol Sigli-Banda Aceh menjadi salah satu opsi lokasi yang kini dipertimbangkan.

Sementara itu Dody Hanggodo, selaku Menteri PU juga mengutarakan bahwa uji coba ini telah dilakukan juga di Pulau Sumatra, “Kemarin yang sudah kita coba kan di Lampung ya. Kemudian Pak Menhan, minta lagi yang di ujung Sumatra, mungkin nanti Aceh Sigli yang kita akan coba di situ. Terus kemudian, Situbondo, di Prosiwangi itu kita siapkan,” ungkap Dody.

Berita Terkait

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Sudaryono Ditunjuk Jadi Pengganti
Mengapa Kasus Scamming WNI di Myanmar Terus Berulang? Ini Titik Buta Perlindungannya

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru