Temuan BPK Picu Mundurnya Dua Dirjen di Kementerian PU, Audit Ungkap Potensi Kerugian Negara

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Nurul F/JawaPos.com)

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Nurul F/JawaPos.com)

JAKARTA, ARGUMENRAKYAT.COM — Dua pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum mengundurkan diri dari jabatannya setelah muncul temuan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait potensi kerugian negara dalam sejumlah proyek infrastruktur.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua pejabat tersebut adalah Dwi Purwantoro yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) dan Dewi Chomistriana yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Cipta Karya.

Pengunduran diri keduanya dikonfirmasi oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang menyatakan bahwa langkah tersebut diambil setelah kementerian menerima laporan hasil audit dari BPK terkait sejumlah program dan proyek yang berada di bawah dua direktorat jenderal tersebut.

Temuan Audit Capai Triliunan Rupiah

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, terdapat temuan yang menunjukkan potensi kerugian negara dengan nilai yang cukup besar. Pada laporan awal yang disampaikan kepada kementerian, nilai potensi kerugian negara disebut mencapai hampir Rp3 triliun.

Baca Juga:  Hasan Nasbi Sebut Dirinya Hanya 'Tukang yang Ada di Dapur' Komunikasi Istana

Namun setelah dilakukan evaluasi dan klarifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait, nilai tersebut kemudian direvisi menjadi sekitar Rp1 triliun.

Temuan audit tersebut memicu evaluasi internal di Kementerian Pekerjaan Umum terhadap sejumlah proyek infrastruktur yang sedang maupun telah berjalan.

Evaluasi Internal dan Penataan Manajemen

Menteri PU menyatakan bahwa pihaknya segera mengambil langkah korektif untuk menindaklanjuti hasil audit tersebut. Pemerintah juga membentuk tim khusus guna menelusuri penyebab temuan serta memastikan proses perbaikan berjalan transparan dan akuntabel.

Selain itu, kementerian akan melakukan proses seleksi terbuka untuk mengisi kembali posisi Direktur Jenderal Sumber Daya Air dan Direktur Jenderal Cipta Karya yang saat ini kosong.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola proyek infrastruktur sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.

Baca Juga:  Prabowo Sebut Indonesia Mampu Tembus Piala Dunia Usai Berhasil Kembangkan B50

Sorotan Publik terhadap Tata Kelola Infrastruktur

Kasus ini menjadi perhatian publik karena kedua direktorat tersebut memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur nasional, mulai dari proyek bendungan, pengendalian banjir, hingga pembangunan sistem air bersih dan kawasan permukiman.

Pengamat kebijakan publik menilai temuan audit BPK tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran proyek infrastruktur yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Sementara itu, sejumlah pihak juga mendorong agar temuan audit tersebut ditindaklanjuti secara tuntas apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

Dengan mundurnya dua pejabat eselon I tersebut, pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan stabilitas manajemen proyek infrastruktur nasional tetap terjaga di tengah proses evaluasi yang sedang berlangsung.

Sumber: Antara, Detik, Liputan6, hasil audit BPK.

Berita Terkait

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur
Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Sudaryono Ditunjuk Jadi Pengganti

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru