Tuntutan Belum di Tersampaikan: Aliansi Cipayung Kota Padang Memohon Tidak ada Kekerasan pada Aksi Mereka

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Demonstrasi Mahasiswa di Kota Padang, Senin (15/6/2026) (Dok. Istimewa)

Dok. Demonstrasi Mahasiswa di Kota Padang, Senin (15/6/2026) (Dok. Istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Aliansi Cipayung Kota Padang di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar). dan mengajak masyarakat sipil untuk berpartisipasi dalam aksi. Titik kumpul di sekretariat GMNI Kota Padang pada pukul 12.00 WIB dan aksi berlangsung pada Pukul 13.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB, pada Senin (15/6/2026).

Pokok-pokok yang di tuntut di antara lain ialah:
1. Turunkan harga kebutuhan pokok dan evaluasi kebijakan subsidi yang tidak pro-rakyat.
2. Tolak kenaikan harga BBM yang membebani masyarakat kecil.
3. Berantas korupsi di seluruh sektor pemerintahan, termasuk di lingkungan Pemprov Sumbar.
4. Pastikan keadilan hukum bagi masyarakat yang dikriminalisasi akibat perbedaan pendapat.
5. Sediakan lapangan kerja layak serta perlindungan bagi buruh dan pekerja informal.
6. Buka ruang partisipasi publik dalam setiap pengambilan kebijakan strategis daerah.
7. Tolak RUU Polri dan RUU TNI yang mengancam independensi sipil dan mengembalikan praktik dwifungsi.
8. Evaluasi total program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dinilai tidak tepat sasaran, rawan korupsi, dan membebani anggaran negara.

Baca Juga:  Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi

Dari 3 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tersebut. Mempunyai Kordinator Lapangan (KORLAP) masing-masing.

Habib Prenanda selaku Korlap dari OKP HMI mengatakan kalau selama aksi berlansung sempat terjadi chaos. Di karenakan massa aksi ingin dan menuntut Gubernur Sumbar dan Wakil Gubernur (WAGUB) Sumbar untuk hadir ke hadapan massa dan mendengarkan tuntutan massa.

“Cuman Gubernur lagi pergi ke Jepang, dan WAGUB pergi ke Agam. Sudah itu kami minta perwakilan dari Pemprov Sumatera Barat untuk memvideo call gubernur atau wakup di depan kami.

Habib dan kawan-kawannya meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) buat video call dengan Gubenur cuma tidak di angkat panggilannya.

Habib dan kawan-kawan juga meminta untuk masuk ke dalam kantor Gubenur dan membuat pernyataan sikap di halaman kantor, namun tidak diperbolehkan oleh Polisi. Masa aksi hanya di biarkan untuk berekspresi di depan gerbang Kantor Gubenur sampai jam 18.00 WIB.

Baca Juga:  Prahara Tanah Ulayat di Pasar Syarikat Payakumbuh: Antara Syarat APBN, Marwah Nagari, dan Nasib Ratusan Pedagang

“Setelah itu keluarlah pasukan brimob dan mambawa tameng balistik, sementara tuntutan kami belum ada di terima,” ujar Habib.

Massa aksi sempat melakukan bakar ban di depan kantor Gubenur, karena itu merupakan bentuk dari aksi demonstrasi.

Ketika pasukan brimob mencoba membubarkan massa aksi dengan menggunakan tameng balistik. Tapi massa aksi menolak untuk bubar kerena tuntutan mereka belum didengarkan.

“Apalah daya kami ibaratnya masyarakat sipil yang tidak di persenjatai apapun. Melawan bermob yang badannya gagah-gagah membakar senjata. Pastilah kami kalah. Kami hanya bisa memohon untuk tidak main kekerasan lagi terhadap kami (massa aksi). Kami hanya ingin menyampaikan asprasi kami. Itu merupakan bentuk sarkas dari kami,” jelas Habib.

Aksi di kota Padang pada hari yang sama ada empat titik, di antarnya di Kantor DPRD Kota Padang, di Kejaksan Tinggi (Kejati) Sumbar, lalu di DPRD Provinsi Sumbar, dan di kantor Gubernur Sumbar.

(Zidan Prtama)

Berita Terkait

PDBI Sumbar Matangkan Persiapan Kejurnas dan PON 2027
Grasstrack Payakumbuh Sapu Bersih 6 Emas Porprov Sumbar
Pelatihan Digital Marketing di Agam Lahirkan Wirausaha Muda
Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi
Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga
Dua Petinju Pariaman Ikut Kejurnas Tinju Piala Menko IPK
Adab Pemuda Diuji di Ruang Publik dan Media Sosial
Semen Padang FC Naik ke Posisi Kelima Klasemen

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:27 WIB

PDBI Sumbar Matangkan Persiapan Kejurnas dan PON 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Grasstrack Payakumbuh Sapu Bersih 6 Emas Porprov Sumbar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:43 WIB

Pelatihan Digital Marketing di Agam Lahirkan Wirausaha Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Polisi Pariaman Ungkap 360 Liter Biosolar Subsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Batik Padang Panjang Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Warga

Berita Terbaru

Kemenhut Tetapkan Dua Korporasi Tersangka Karhutla. (Foto: ANTARA/HO-Kemenhut)

Hukum

Kemenhut Tetapkan Dua Korporasi Tersangka Karhutla

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:49 WIB

Kakek di Lamongan Tewas Saat Selamatkan Siswi. (Foto: CNN Indonesia)

Hukum

Kakek di Lamongan Tewas Saat Selamatkan Siswi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:43 WIB

Empat Polisi di Batam Ditangkap Saat Pesta Narkoba. (Foto: CNN Indonesia)

Hukum

Empat Polisi di Batam Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:38 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Banyumas, 21 Kejadian. (Foto: ANTARA/HO-BPBD Banyumas)

Nasional

Banjir dan Longsor Terjang Banyumas, 21 Kejadian

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:32 WIB

PDBI Sumbar Matangkan Persiapan Kejurnas dan PON 2027. (Foto: ANTARA/HO-Diskominfo Pariaman)

Daerah

PDBI Sumbar Matangkan Persiapan Kejurnas dan PON 2027

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:27 WIB