Kemucunlan Harimau Kembali Terlihat di Nagari Koto Rantang, Agam: Kali Ini Dua Ekor

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pemasangan Kamera Trap oleh BKSDA (Dok. BKSDA Kab. Agam)

Foto: Pemasangan Kamera Trap oleh BKSDA (Dok. BKSDA Kab. Agam)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Penampakan dua ekor harimau kembali menyita perhatian masyarakat, di kawasan jalan Koto Tabang, sekitar area Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Negari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada Selasa pagi (16/6/2026).

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa itu terjadi pada pagi hari, saat warga tengah beraktivitas di sekitar kawasan tersebut. Kejadian itu di rekam menggunakan kamera ponsel milik Mezwar salah satu warga setempat.

Baca Juga:  Refleksi Akhir Pekan: Urgensi Ruang Publik Ramah Keluarga di Seluruh Daerah

Berdasarkan keterangan Kepala Balai Konservesi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam bahwa benar adanya kemunculan dua ekor harimau di antaranya satu ekor induk harimau dan satunya lagi anak harimau.

“Kemudian BKSDA melakukan identifikasi dengan turun langsung identifikasi tempat kejadian peristiwa. Dan kesimpulan sementara kita, ini merupakan dua ekor harimau Sumatera,” ujar Ade ketika di wawancara melalui via telepon, pada Kamis siang 18/6/2026.

Di samping itu, saat ini BKSDA sedang melakukan upaya pemantauan dengan menggunakan kamera trap. “Lima kamera trap telah di pasang, kemudian kami juga patroli,” ungkap Ade.

Baca Juga:  Wacana Kurikulum Ekologi 2026: Menakar Strategi Membangun Generasi Sadar Bencana

Ade mengatakan dari hasil investigasi lapangan, menggambarkan bahwa Harimau tersebut habis berburu mangsanya.

“Kami menemukan sisa makannya berupa bangkai babi hutan di lokasi tidak jauh dari lokasi kemunculannya dan kemudian juga kita menduga bahwa satwa ini sedang mengajarkan anaknya untuk berburu mangsa,” kata Ade.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat setempat masih tetap beraktifitas seperti biasa tetapi tidak sendiri-sendiri melainkan berkelompok.

(Zidan Pratama)

Berita Terkait

Harimau Sumatra Berhasil Diamankan BKSDA di Jorong Batang Palupuah, Setelah Mangsa Ternak Warga
Lara Satwa di Padang Mantinggi: Jerat Babi yang Mengancam Harimau Sumatra
Dampak Perubahan Iklim dalam Kehidupan Sehari-hari: Dari Meja Makan hingga Ancaman Bencana
Refleksi Akhir Pekan: Urgensi Ruang Publik Ramah Keluarga di Seluruh Daerah
Wacana Kurikulum Ekologi 2026: Menakar Strategi Membangun Generasi Sadar Bencana

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:07 WIB

Harimau Sumatra Berhasil Diamankan BKSDA di Jorong Batang Palupuah, Setelah Mangsa Ternak Warga

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:58 WIB

Lara Satwa di Padang Mantinggi: Jerat Babi yang Mengancam Harimau Sumatra

Senin, 11 Mei 2026 - 16:00 WIB

Dampak Perubahan Iklim dalam Kehidupan Sehari-hari: Dari Meja Makan hingga Ancaman Bencana

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:00 WIB

Refleksi Akhir Pekan: Urgensi Ruang Publik Ramah Keluarga di Seluruh Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 16:00 WIB

Wacana Kurikulum Ekologi 2026: Menakar Strategi Membangun Generasi Sadar Bencana

Berita Terbaru

Foto: Jokowi saat ditanyai perihal penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa di kediamannya, di Kota Surakarta (Solo), Jum'at 19 Juni 2026

Hukum

Jokowi Beri Respon Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:55 WIB

Foto: Gibran dalam kunjungan ke NTT, 18 Juni 2026 (Dok. Istimewa)

Nasional

Gibran Sebut Program MBG Sangat Bermanfaat di Wilayah 3T

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:32 WIB

Foto: Konpers Kejaksaan RI, Kamis (18/6) malam

Hukum

Ada Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Program MBG

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:50 WIB