PADANG – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Sumatera Barat menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor. Staf Khusus Menteri ATR/BPN, Rezka Oktoberia, menegaskan pentingnya keterlibatan semua elemen—termasuk institusi kepolisian—dalam memajukan dunia pendidikan di Ranah Minang.
Hal ini disampaikan Rezka saat mendampingi Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, dalam agenda kuliah umum dan aksi penghijauan di Kampus UIN Imam Bonjol Padang, Selasa (5/5).
Transformasi Polri: Lebih Dekat dan Edukatif
Rezka Oktoberia, tokoh nasional asal Payakumbuh, menilai kehadiran Kapolda Sumbar di mimbar akademik merupakan sinyal positif transformasi Polri yang semakin humanis. Menurutnya, materi kuliah umum yang dibawakan Irjen Pol. Gatot tidak hanya memberikan wawasan hukum, tetapi juga motivasi bagi mahasiswa.
“Langkah Kapolda Sumbar ini adalah preseden baik. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi ikut ambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehadiran beliau di UIN IB Padang adalah wujud nyata dukungan instansi vertikal terhadap mutu pendidikan kita,” ungkap Rezka yang juga merupakan kader Partai Demokrat tersebut.
Kepastian Hukum untuk Aset Pendidikan
Tidak sekadar menghadiri seremoni, kehadiran Rezka Oktoberia mewakili Kementerian ATR/BPN juga membawa solusi konkret terkait agraria. Di hadapan civitas akademika, Rezka menyerahkan sejumlah sertifikat penting:
-
Sertifikat aset milik Polda Sumbar.
-
Sertifikat wakaf untuk Yayasan Ar Risalah.
-
Sertifikat wakaf Masjid Nurul Huda.
Penyerahan sertifikat wakaf ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meminimalisir konflik lahan di institusi pendidikan dan rumah ibadah di masa depan.
Pesan Ekologi dan Apresiasi Prestasi
Selain agenda formal, kegiatan yang dipusatkan di Sei Bangek ini juga diwarnai dengan penanaman 300 bibit pohon sebagai komitmen terhadap kelestarian lingkungan kampus.
Menutup rangkaian acara, Kapolda dan Stafsus ATR/BPN memberikan apresiasi khusus kepada para pendidik dan pelajar berprestasi. Rezka berharap, penghargaan tersebut menjadi stimulus bagi lahirnya generasi emas yang kompetitif.
“Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pendidikan yang bermutu. Kita ingin anak-anak muda Sumbar memiliki daya saing global namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal,” pungkas Sekjen Yayasan Jantung Indonesia tersebut.
Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi Polda Sumbar, Rektor UIN IB Prof. Martin Kustati, serta perwakilan dari berbagai universitas besar seperti Unand dan UNP, yang menunjukkan soliditas antar-lembaga di Sumatera Barat.
Editor: Redaksi ArgumenRakyat.com









