Ahmad Khozinudin Singgung Silfester yang Sampai Hari Ini Belum Ditahan

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ahmad Khozinudin, Kuasa Hukum Roy Suryo saat diwawancarai wartawan (Sabtu 20 Juni 2026)

Foto: Ahmad Khozinudin, Kuasa Hukum Roy Suryo saat diwawancarai wartawan (Sabtu 20 Juni 2026)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Proses hukum yang membelit mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, serta Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, kini resmi memasuki babak baru. Berkas perkara, tersangka, beserta barang bukti dalam kasus dugaan tindak pidana ijazah palsu tersebut telah dilimpahkan oleh penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan dalam proses tahap dua.

Akan tetapi pada Sabtu 20 Juni 2026 lalu, kritik keras dilancarkan oleh kubu Roy Suryo, tim kuasa hukum Roy Suryo melayangkan protes keras terhadap gelagat aparat yang dinilai berupaya memaksakan penahanan terhadap klien mereka.

Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, secara blak-blakan menyoroti adanya desakan eksternal yang melatarbelakangi upaya penahanan tersebut. Ia pun menyentil salah satu nama dari kubu pendukung pemerintah yang dianggapnya terlalu vokal mendesak kejaksaan untuk segera menjebloskan kliennya ke dalam sel.

“Yang ada status penjahat itu adalah Silfester Matutina. Karena Silfester Matutina yang sudah inkracht, yang semestinya oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan ini dieksekusi,” ujar Ahmad Khozinudin di hadapan awak media Sabtu 20 Juni 2026 lalu.

Baca Juga:  Serahkan 12 Alat Bukti ke Polda Sumbar, Kuasa Hukum YFDK Turut Seret Wali Kota Bukittinggi

Kritik Asas Praduga Tak Bersalah dan ‘SOP Solo’

Ketegangan ternyata sudah terjadi tak lama usai penangkapan. Khozinudin menceritakan bahwa timnya sempat terlibat perdebatan sengit dengan penyidik Polda Metro Jaya karena adanya upaya paksa untuk mengenakan rompi tahanan kepada Roy Suryo.

Bagi Khozinudin, tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia dan merusak asas praduga tak bersalah (presumption of innocence).
Saat pihak kepolisian berdalih bahwa pengenaan rompi merupakan bagian dari Prosedur Operasional Standar (SOP) internal institusi, Khozinudin langsung menepisnya dengan tajam.

“Saya tegaskan, tidak boleh ada SOP yang melanggar undang-undang. Kalau tetap mereka ingin mentaati SOP, ya berarti itu adalah SOP dalam pengertian yang lain. Yakni apa? Solo-Oligarki-Parcok!” ketusnya.

Ia pun menyatakan kekecewaannya terhadap institusi kepolisian sekalas Polda Metro Jaya yang ia nilai seolah tak berdaya dan terkesan tunduk di bawah tekanan kemauan politik pihak tertentu.

Menanti Sikap Objektif Kejaksaan

Khozinudin mengingatkan bahwa dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), proses pelimpahan tahap dua murni merupakan penyerahan berkas administratif dan tersangka untuk kepentingan penuntutan, bukan perintah otomatis untuk melakukan penahanan. Apalagi, sejak awal penyidikan di kepolisian, baik Roy Suryo maupun Fauziah tidak pernah ditahan karena dinilai sangat kooperatif.

Baca Juga:  Kejagung Sita Uang Rp24,97 M dan Pesawat di Kasus MBG

Sebagai langkah antisipasi apabila kejaksaan tetap bersikeras melakukan penahanan, tim hukum mengklaim telah mengantongi puluhan surat jaminan dari berbagai tokoh nasional. Beberapa nama besar disebut telah pasang badan, di antaranya mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo.

“Kami tadi juga sudah mengedarkan, sudah ada 50 dukungan berupa jaminan dalam rangka jaga-jaga ya, penangguhan penahanan. Sekali lagi, rencana penangguhan kami baru opsional karena kami juga akan menunggu sikap dari Kejaksaan Negeri,” tambah Khozinudin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejari Jakarta Selatan masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap berkas perkara sebelum menentukan sikap resmi terkait status penahanan Roy Suryo di tingkat penuntutan. Tim hukum berharap kejaksaan dapat bertindak lebih objektif ketimbang kepolisian dan tidak ikut terseret dalam arus kriminalisasi yang dipaksakan.

Berita Terkait

8 Warga SAD Penyerang Mapolres Merangin Ditangkap
Pengacara di Metro Lampung Ditangkap atas Dugaan Penggelapan
Menteri Imipas Bantah Terima Setoran Rp40 Juta per Pekan
KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto soal Pajak Daerah
HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Dikerahkan
Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:42 WIB

8 Warga SAD Penyerang Mapolres Merangin Ditangkap

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Pengacara di Metro Lampung Ditangkap atas Dugaan Penggelapan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Menteri Imipas Bantah Terima Setoran Rp40 Juta per Pekan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:59 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto soal Pajak Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Berita Terbaru

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla. (Foto: ANTARA)

Nasional

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:48 WIB

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:43 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:37 WIB

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan. (Foto: detikcom)

Nasional

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:31 WIB

Grasstrack Payakumbuh Sapu Bersih 6 Emas Porprov Sumbar. (Foto: ANTARA)

Daerah

Grasstrack Payakumbuh Sapu Bersih 6 Emas Porprov Sumbar

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:26 WIB