Gibran Sebut Program MBG Sangat Bermanfaat di Wilayah 3T

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gibran dalam kunjungan ke NTT, 18 Juni 2026 (Dok. Istimewa)

Foto: Gibran dalam kunjungan ke NTT, 18 Juni 2026 (Dok. Istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap krusial untuk dilanjutkan. Gibran menilai desakan dari sejumlah pihak yang meminta agar program tersebut disetop atau dibekukan perlu dipikirkan ulang secara matang. Menurutnya, program ini membawa dampak konkret yang sangat besar bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah di berbagai daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres Gibran saat meninjau langsung pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 18 Juni 2026. Dalam kunjungan kerja tersebut, Gibran berdialog langsung dengan para guru, murid, serta orang tua murid guna mendengarkan umpan balik terkait distribusi dan menu makanan yang disajikan.

Evaluasi Menyeluruh di Masa Libur Sekolah
Menanggapi adanya tuntutan dari kelompok mahasiswa yang meminta pembekuan program ini, Gibran menjelaskan bahwa pemerintah saat ini justru memanfaatkan momentum jeda semester untuk mematangkan sistem operasional lewat Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kita ini sekarang ada jeda waktu libur sekolah. Saya kira itu waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujar anak Jokowi itu di hadapan awak media di NTT.

Baca Juga:  Rocky Gerung Sindir Tiyo Ardianto Soal Abstraksi Politik: Jadikan Prabowo Kucing Itu Murni Slapstick

Gibran menambahkan bahwa proses evaluasi ini penting dilakukan demi membenahi aspek manajerial program ke depan. Evaluasi tersebut akan difokuskan pada perbaikan sistem tata kelola, transparansi, serta efisiensi rantai pasok.
“Terutama terkait tata kelola di BGN ini. Ke depan akan terus kita perbaiki agar lebih tepat sasaran, dan yang namanya praktik-praktik korupsi agar tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Di samping itu, dirinya menekankan bahwa program pemenuhan gizi ini tidak bisa dilihat secara umum saja, melainkan harus melihat kebutuhan riil masyarakat di sasarannya. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, ia mendapati program ini direspons dengan sangat positif oleh elemen sekolah.

“Sudah saya sampaikan kepada para guru, orang tua murid, bahwa MBG ini sangat-sangat dinanti, sangat-sangat bermanfaat, terutama di area 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” ungkap keponakan Anwar Usman tersebut.

Bagi wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori 3T, kehadiran asupan makanan bergizi gratis dinilai mampu menekan angka tengkes (stunting) sekaligus meningkatkan fokus belajar siswa. Oleh karena itu, penghentian program secara sepihak dianggap bukan langkah yang bijak.

Baca Juga:  KPK Geledah BPK Jateng, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

Libatkan Komunitas Lokal dan Sekolah
Demi mengoptimalkan dampak ekonomi dan ketepatan menu, Gibran juga mendukung penuh wacana pelibatan ekosistem lokal dalam penyediaan makanan. Ia menilai, pelibatan kantin sekolah hingga pelaku usaha mikro di sekitar sekolah akan membuat program ini lebih adaptif dengan preferensi anak.

“Semakin banyak melibatkan orang, terutama tadi ya, orang tua murid… Pelaksanaannya akan lebih baik karena adik-adik kita ini kan ada yang makannya banyak, makannya dikit, macam-macam. Saya kira masukan-masukan dari orang tua murid itu paling baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gibran merinci bahwa kolaborasi ini tidak boleh terbatas. Pemerintah membuka peluang kerja sama yang luas dengan berbagai institusi lokal demi menyukseskan program nasional ini.
“Melibatkan SMK Tata Boga, melibatkan kantin-kantin sekolah, UMKM di sekitar sekolah, saya kira itu sangat tepat,” tutur pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu.

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng
Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB