ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Aktivitas seismik Gunung Merapi kembali melonjak tajam pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Dalam kurun waktu kurang dari 30 menit, gunung api paling aktif di Indonesia ini meluncurkan dua kali guguran awan panas berturut-turut yang mengarah ke sektor barat dan barat daya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena ini memicu alarm kewaspadaan bagi masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana. Menurut laporan visual, wedhus gembel pertama meletup pada pukul 19.10 WIB.
Material vulkanik tersebut meluncur sejauh 2.000 meter mengarah ke barat, tepatnya menuju hulu Kali Putih di wilayah Kabupaten Magelang. Tak berselang lama, tepatnya pukul 19.30 WIB, Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran kedua. Kali ini, luncuran material mencapai jarak 1.700 meter menuju hulu Kali Krasak di sektor barat daya.
Meski intensitas guguran meningkat signifikan, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Magelang mengonfirmasi belum ada laporan mengenai dampak langsung, seperti hujan abu vulkanik di permukiman warga. Walau begitu, otoritas setempat segera mengeluarkan imbauan tegas. Warga yang berada di kawasan lereng diminta memperketat kesiapsiagaan dan mutlak menjauhi radius bahaya yang telah ditetapkan demi menghindari risiko fatal dari aktivitas vulkanik yang tak menentu ini.









