Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026. Source: Youtube/KompasTV

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026. Source: Youtube/KompasTV

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pemerintah resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan begitu, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026. Kementerian Agama (Kemenag) RI mengambil keputusan ini melalui Sidang Isbat di Jakarta pada Minggu (17/5/2026).

Kemenag menggelar Sidang Isbat di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Panitia membagi rangkaian kegiatan sidang menjadi tiga sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 16.30 WIB. Kemenag membuka seminar posisi hilal awal Zulhijah 1447 H untuk umum. Sesi kedua berlangsung pada pukul 18.00 WIB. Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H secara tertutup setelah salat Magrib. Sesi ketiga berlangsung pada pukul 19.00 WIB. Kemenag mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan hasil sidang isbat kepada masyarakat. Masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian sidang. Cukup mengakses siaran langsung di kanal YouTube Bimas Islam TV. Mereka juga bisa melihatnya melalui media sosial resmi Kemenag.

Kemenag Pantau Hilal di 88 Titik

Sebelum sidang isbat, Kemenag melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal). Tim pemantau menyebar di 88 titik di seluruh wilayah Indonesia. Mereka mengamati hilal dari Aceh hingga Papua. Hasil pemantauan ini menjadi bahan pertimbangan utama dalam sidang isbat.

Baca Juga:  Fenomena 'Gamis Bini Orang' Guncang Tren Lebaran 2026: Dari Viral TikTok Hingga Tembus Pasar Afrika

Tim Hisab Rukyat Kemenag memaparkan data hisab posisi hilal. Data menunjukkan ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia. Angkanya berkisar antara 3 derajat 17 menit 33 detik hingga 6 derajat 56 menit 58 detik. Sudut elongasi juga bervariasi. Mulai dari 8 derajat 54 menit 49 detik hingga 10 derajat 37 menit 7 detik. Posisi hilal ini sudah memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura). Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat. Kriteria juga mensyaratkan elongasi minimal 6,4 derajat. Data pemantauan menunjukkan posisi hilal melampaui kedua kriteria tersebut.

Perukyat Berhasil Melihat Hilal di Labuhan

Tim pemantau juga mengonfirmasi bahwa hilal terlihat di beberapa titik. Menag Nasaruddin Umar menyatakan hal ini. Ia mengatakan bahwa hilal terkonfirmasi terlihat di Kabupaten Labuhan. Dua perukyat, yakni KH Soeudul Azkar dan Zarkasyi, berhasil menyaksikan hilal. Hakim Pengadilan Agama Labuhan, Dr Tommy Asram, SH MH, kemudian menyumpah kesaksian tersebut. Laporan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah. Pemerintah bisa menetapkan awal Dzulhijjah secara objektif. Penetapan ini juga dapat dipertanggungjawabkan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin langsung Sidang Isbat. Berbagai unsur turut menghadiri sidang tersebut. Mulai dari MUI, Komisi VIII DPR RI, para ahli falak dari ormas Islam, hingga pimpinan pondok pesantren. Setelah melalui pembahasan mendalam, Menag Nasaruddin Umar mengumumkan hasil kesepakatan sidang.

Baca Juga:  Siaga Akhir Tahun! BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: Jabodetabek Terancam Hujan Petir dan Angin Kencang

Ia menyampaikan, “Berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal tersebut dapat terlihat, disepakati bahwa tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin 18 Mei 2026.” Kemudian ia menegaskan, “Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026 Masehi.”

Pemerintah Tetapkan Wukuf dan Puasa Arafah

Dengan penetapan ini, puncak ibadah haji (Wukuf di Arafah) berlangsung pada 9 Zulhijah 1447 H. Tanggalnya bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026. Puasa sunnah Arafah juga jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Sementara itu, puasa Tarwiyah dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026. Pemerintah berharap keputusan ini menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Warga dapat melaksanakan rangkaian ibadah Zulhijah secara serentak. Mulai dari puasa sunnah hingga ibadah kurban.

Kemenag mengimbau masyarakat untuk menghormati perbedaan pendapat. Beberapa ormas Islam mungkin memiliki metode perhitungan yang berbeda. Namun, keputusan pemerintah tetap menjadi rujukan resmi. Rujukan ini berlaku untuk pelaksanaan ibadah haji. Rujukan ini juga berlaku untuk hari libur nasional. Kemenag meminta masyarakat menjaga kerukunan. Warga juga harus menjaga kondusivitas menjelang Hari Raya Idul Adha.(**)

Berita Terkait

Syekh Ibrahim Kumpulan, Tokoh Naqsyabandiyah dari Pasaman
Syekh Adimin Arradji Taram: Poros Spiritual dan Lentera Klasikal dari Tepian Luhak nan Bungsu
Syekh Ibrahim Musa Parabek: Sang Arsitek Moderasi dan Pembaru Pendidikan Minangkabau
Buya Syamsu Anwar Mangkuto Malin Berpulang, Pergi Seorang Ulama Karismatik Asal Taeh Baruah
Duka dari Tanah Suci: Empat Jemaah Haji Sumbar Berpulang
Wamensesneg Jelaskan Sumber Dana Sapi Kurban Presiden
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:10 WIB

Syekh Ibrahim Kumpulan, Tokoh Naqsyabandiyah dari Pasaman

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:14 WIB

Syekh Adimin Arradji Taram: Poros Spiritual dan Lentera Klasikal dari Tepian Luhak nan Bungsu

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:30 WIB

Syekh Ibrahim Musa Parabek: Sang Arsitek Moderasi dan Pembaru Pendidikan Minangkabau

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:08 WIB

Buya Syamsu Anwar Mangkuto Malin Berpulang, Pergi Seorang Ulama Karismatik Asal Taeh Baruah

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:55 WIB

Duka dari Tanah Suci: Empat Jemaah Haji Sumbar Berpulang

Berita Terbaru