BANJARMASIN, ArgumenRakyat.com — Basarnas memutuskan memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 selama tujuh hari ke depan setelah pencarian memasuki hari ke-14, Sabtu (26/9/2026) malam, sementara 71 orang masih belum ditemukan.
Keputusan itu disampaikan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perpanjangan ini menyusul perpanjangan serupa sebelumnya, sejak kecelakaan kapal terjadi pada Minggu (13/9/2026) di perairan Laut Jawa.
Evaluasi Setiap Tiga Hari
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko menyebut perpanjangan tidak menghapus kebutuhan evaluasi berkala. “Pelaksanaan operasi yang sudah memasuki hari ke-14. Dan kami putuskan mungkin akan kami perpanjang lagi sampai dengan tujuh hari ke depan, tapi akan kita evaluasi setiap tiga hari,” katanya.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Hingga hari ke-14 pukul 20.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 172 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Sebanyak 71 korban lain masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Pada hari ke-14, tim SAR menemukan 11 jasad, yakni empat korban di lokasi tenggelamnya kapal di Laut Jawa dan tujuh korban di perairan Kalimantan Tengah. Evakuasi dilakukan bertahap oleh penyelam dari Basarnas Special Group bersama TNI AL, lalu diterbangkan menggunakan helikopter ke Pangkalan Udara Sjamsudin Noor sebelum diidentifikasi tim DVI Polri.
Keluarga Korban: Itu yang Kami Harapkan
Di Pelabuhan Trisakti, sejumlah keluarga masih menunggu kabar. Siti Aisyah (55) setia menanti kepastian keberadaan anaknya, Taufiq (29), yang belum ditemukan. “Diperpanjang ya kami bersyukur karena itu yang kami harapkan. Kita kan di sini sudah berhari-hari, jadi harapannya anak saya bisa ketemu,” ujar Aisyah.
Keluarga korban juga menyoroti rencana pengangkatan bangkai kapal atau salvage oleh pihak pemilik kapal. Sebelumnya, perwakilan keluarga telah beraudiensi dengan PT Virgo Karya Shipping di Pelabuhan Trisakti pada Kamis (24/9/2026) dan menyampaikan kekecewaan karena dinilai tidak ada peringatan dini sebelum kapal terbalik.
Basarnas menegaskan operasi lanjutan tetap memprioritaskan pencarian korban, termasuk penyelaman di dalam bangkai kapal dan evakuasi melalui jalur udara. Arus deras di bawah laut hingga kabut asap kebakaran hutan di Kalimantan disebut menjadi kendala tersendiri bagi tim di lapangan.









