Presiden Prabowo Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Siap Ambil Alih Perusahaan yang Menyerah

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Buruh Internasional, Monumen Nasional, 1 Mei 2026. Source: Youtube/Sekretariat Presiden

Peringatan Hari Buruh Internasional, Monumen Nasional, 1 Mei 2026. Source: Youtube/Sekretariat Presiden

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh. Untuk mewujudkan kebijakan ini, beliau mengeluarkan Keppres Nomor 10 Tahun 2026. Presiden Prabowo kemudian menyampaikan pengumuman tersebut langsung di hadapan ribuan buruh. Mereka memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat, saat peringatan Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen negara melindungi pekerja. Pasalnya, para pekerja terancam PHK akibat krisis ekonomi global. “Saya akan bela kepentingan buruh. Yang diancam PHK akan kita bela,” ujar Prabowo. Lebih lanjut, beliau bahkan membuka opsi intervensi negara. “Kalau ada pengusaha yang menyerah, negara akan ambil alih,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat data PHK pada kuartal I 2026. Hasilnya, sebanyak 8.389 pekerja kehilangan pekerjaan mereka. Di antara semua provinsi, Jawa Barat mencatat angka tertinggi, yaitu 1.721 orang. Kemudian, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur menyusul di belakangnya.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selain membentuk satgas, pemerintah juga memperkuat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program JKP memberikan manfaat uang tunai 60 persen dari upah. Pekerja bisa menerima manfaat ini selama enam bulan. Di samping itu, pemerintah menawarkan pelatihan kerja gratis. Pemerintah juga memberi diskon iuran JKK dan JKM hingga 50 persen. Diskon ini khusus untuk pekerja informal.

Sebagai respons terhadap kebijakan ini, Ketua KSPI Said Iqbal menyambut baik langkah pemerintah. Beliau mendorong pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang baru. Namun, di sisi lain, Apindo meminta kejelasan teknis implementasi. Mereka tidak ingin kebijakan ini membebani pengusaha di tengah tekanan ekonomi.

Baca Juga:  Status Gunung Sinabung Turun dari Siaga Jadi Waspada

Lebih jauh, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan satgas akan bekerja nyata. Beliau menyebut pemerintah akan memperkuat sistem peringatan dini PHK. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan pendampingan bagi perusahaan yang terancam gulung tikar.

Sementara itu, para buruh di Monas menyuarakan sejumlah tuntutan. Pertama, mereka menuntut penghapusan sistem outsourcing. Kedua, mereka meminta jaminan sosial bagi pekerja migran. Ketiga, mereka mendesak fasilitas daycare di kawasan industri. Dengan demikian, satgas yang baru dibentuk harus menanggapi tuntutan ini.

Sebagai penutup, langkah tegas Presiden Prabowo menjadi tameng konstitusional bagi pekerja. Kini publik menanti realisasi kebijakan di lapangan. (**)

Berita Terkait

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang
Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol
Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng
Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB