Evakuasi Pesawat ATR Indonesia Air Transport: Puing Ditemukan di Gunung Bulusaraung Maros, Satu Korban Teridentifikasi

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga serpihan badan Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak ditemukan di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam operasi pencarian yang dilakukan Basarnas, Minggu (18/1/2026).(Kantor SAR Makassar)

Diduga serpihan badan Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak ditemukan di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam operasi pencarian yang dilakukan Basarnas, Minggu (18/1/2026).(Kantor SAR Makassar)

MAROS, ArgumenRakyat.com — Operasi pencarian besar-besaran terhadap pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu siang akhirnya membuahkan titik terang. Pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, Tim SAR Gabungan secara resmi mengonfirmasi penemuan puing-puing pesawat di wilayah pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Penemuan ini menjadi akhir dari ketidakpastian navigasi udara yang sempat menyita perhatian nasional selama 24 jam terakhir. Di lokasi kejadian, petugas juga mulai menemukan tanda-tanda adanya korban jiwa dari total 11 orang yang berada di dalam manifes penerbangan tersebut.

Kronologi Penemuan dan Lokasi Titik Jatuh

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa puing pesawat ditemukan pada pukul 07.49 WITA di lereng bagian selatan puncak Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan antara Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

Tim evakuasi pertama kali mengidentifikasi secara visual bagian jendela pesawat pada pukul 07.46 WITA. Hanya berselang tiga menit kemudian, serpihan berukuran besar yang terdiri dari bagian badan (fuselage) dan ekor pesawat berhasil ditemukan di dasar lereng yang terjal.

“Lokasi penemuan berada di medan yang sangat ekstrem dengan kemiringan yang curam. Akses untuk turun ke badan pesawat cukup sulit karena tertutup vegetasi rapat dan kondisi cuaca di puncak yang masih sering berkabut tebal,” ujar Andi Sultan dalam keterangan persnya di Posko Balocci, Pangkep, Minggu pagi.

Baca Juga:  Aturan Baru Ruang Digital: PP Tunas Wajibkan Verifikasi Usia Pengguna Anak

Identifikasi Korban dan Misi Pengawasan KKP

Hingga Minggu siang, Tim SAR Gabungan yang melibatkan sedikitnya 500 personel dari unsur Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masyarakat telah berhasil mengevakuasi satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki dari lokasi puing. Identitas lengkap korban masih dalam proses verifikasi tim DVI ( Disaster Victim Identification) di RS Bhayangkara.

Berdasarkan manifes penerbangan terbaru, pesawat yang dipiloti oleh Andy Dahananto tersebut mengangkut 11 orang (Person On Board), yang terdiri dari 8 orang kru dan 3 orang penumpang. Pesawat tersebut diketahui sedang menjalankan misi khusus di bawah kontrak sewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan pengawasan kelautan di wilayah udara Indonesia Timur.

Menteri KKP secara terpisah menyatakan duka cita mendalam dan mengonfirmasi bahwa tiga pegawainya berada di dalam pesawat tersebut dalam rangka menjalankan tugas kenegaraan.

Kendala Teknis: Perangkat ELT Rusak Parah

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaporkan temuan awal bahwa perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) pada pesawat ATR tersebut tidak mengirimkan sinyal darurat secara optimal saat insiden terjadi. Hal ini disebabkan oleh kerusakan fisik yang sangat parah pada perangkat akibat benturan keras saat pesawat menabrak lereng gunung.

Baca Juga:  Siaga Akhir Tahun! BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: Jabodetabek Terancam Hujan Petir dan Angin Kencang

Ketiadaan sinyal ELT inilah yang sempat mempersulit koordinasi awal antara AirNav Indonesia dan tim pencari pada hari pertama hilangnya kontak. Saat ini, fokus tim di lapangan adalah mengevakuasi sisa korban dan mencari kotak hitam (black box) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan, apakah dipicu oleh faktor cuaca ekstrem, kegagalan teknis, atau faktor manusia.

Layanan Informasi bagi Keluarga Korban

Pihak maskapai Indonesia Air Transport bersama otoritas bandara telah mengaktifkan sepenuhnya Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai pusat koordinasi dan layanan informasi bagi keluarga awak dan penumpang.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi maupun foto-foto spekulatif yang beredar luas di media sosial sebelum ada pengumuman resmi dari Basarnas atau KNKT.

Sumber Referensi:

  • Laporan Operasi Basarnas Makassar dan AirNav Indonesia MATSC (Januari 2026).

  • Data Manifes Penerbangan Maskapai Indonesia Air Transport (IAT) PK-THT.

  • Siaran Pers Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

  • Investigasi Lapangan Kompas Makassar, DetikSulsel, dan SINDOnews Daerah.

Berita Terkait

Awas Kehabisan Bensin! MTI Desak Pertamina Jamin Stok BBM di Jalur Mudik Lebaran 2026
Tak Cuma Kenyang, Tapi Bergizi! Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Inovasi Menu Kreatif di Program Makan Gratis
Aturan Baru Ruang Digital: PP Tunas Wajibkan Verifikasi Usia Pengguna Anak
Bahlil Pasang Badan! Pastikan Stok BBM Aman 20 Hari ke Depan, Harga Subsidi Tak Goyang Hingga Lebaran
Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek
Penerbangan Terdampak Konflik Internasional, Jadwal di Bandara Soekarno-Hatta Alami Gangguan
Indonesia Berduka, Mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno Dilaporkan Wafat di Jakarta
BBM Non-Subsidi Resmi Naik per 1 Maret 2026, Beban Baru Awal Bulan? Cek Daftar Harga Terbarunya!

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:06 WIB

Awas Kehabisan Bensin! MTI Desak Pertamina Jamin Stok BBM di Jalur Mudik Lebaran 2026

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:44 WIB

Aturan Baru Ruang Digital: PP Tunas Wajibkan Verifikasi Usia Pengguna Anak

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:58 WIB

Bahlil Pasang Badan! Pastikan Stok BBM Aman 20 Hari ke Depan, Harga Subsidi Tak Goyang Hingga Lebaran

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:07 WIB

Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek

Senin, 2 Maret 2026 - 21:15 WIB

Penerbangan Terdampak Konflik Internasional, Jadwal di Bandara Soekarno-Hatta Alami Gangguan

Berita Terbaru