Kemenhaj Beberkan Temuannya: Dugaan Kongkalikong Tipu-Tipu Badal dan Dam di Tanah Suci

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Menteri Haji (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simajuntak saat diwawancarai

Foto: Wakil Menteri Haji (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simajuntak saat diwawancarai

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Praktik lancung dalam ekosistem penyelenggaraan ibadah haji kembali membuncah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia baru-baru ini mengendus dugaan penipuan paket badal haji dan pengelolaan dana dam (denda) oleh salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Tak tanggung-tanggung, akumulasi kerugian jamaah ditaksir menembus angka Rp1,4 miliar.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi culas ini terbongkar berkat investigasi terpadu antara Tim Pelindungan Jamaah PPIH dan KJRI. Modus operandi yang lancarkan pelaku menyasar layanan badal haji untuk 140 orang dengan iming-iming tarif miring, yakni Rp10 juta per kepala. Angka yang terlampau miring ini langsung memicu kecurigaan otoritas.

Dalam sebuah eksplanasi yang bernada lugas dan analitis, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan postulat argumentasinya sebagaimana dilansir dari ANTARA News, “Badal haji itu jelas penipuan. Karena untuk haji dakhili yang berlaku untuk masyarakat setempat saja, per orang sekitar Rp40 jutaan. Jadi tidak mungkin badal haji bertarif Rp10 juta per orang. Pasti ini penipuan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan pelacakan teoretis dan empiris di lapangan, fraud ini terstruktur lewat kolaborasi gelap. Menyoroti aspek kausalitas dan keterlibatan aktor internal, ia menjelaskan dugaan praktik tersebut dilakukan oknum KBIHU bekerja sama dengan mukimin. Kemenhaj telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait untuk mendalami kasus tersebut. Lebih lanjut, dalam sebuah konfirmasi faktual atas interogasi yang telah dilakukan, ia menandaskan: “Sudah banyak jamaah kita yang menjadi korban. Oknumnya adalah KBIHU yang bekerja sama dengan mukimin. Tadi malam sudah kita interogasi,” ujarnya sebagaimana dilansir dari ANTARA News.

Baca Juga:  Duka dari Tanah Suci: Empat Jemaah Haji Sumbar Berpulang

Lokus penyimpangan ternyata tidak berhenti pada ritual badal. Menggunakan pisau analisis yang sama terhadap tata kelola keuangan sanksi syariat, ia juga menyoroti praktik penyelewengan pembayaran dam. Ia menjelaskan dam kewajiban yang harus dibayarkan melalui saluran resmi Adahi. Namun, jemaah justru diperas 720 riyal tanpa pernah dilaporkan ke sistem resmi. Menjabarkan rincian disparitas harga demi keuntungan sepihak tersebut, ia memaparkan, “Dam itu salah satu yang mandatori atau wajib. Kalau di sini harus dibayarkan ke Adahi. Oleh mereka, jamaah ditarifkan 720 riyal, namun tidak disetorkan ke Adahi. Mereka membeli melalui mukimin dengan harga sekitar 400-an riyal, lalu sisanya diambil untuk mereka,” katanya.

Ketidakberesan ini terendus berkat keluhan jemaah yang melek hak-hak administratif mereka. Merujuk pada premis bahwa ketiadaan akuntabilitas formal menjadi indikator utama fraud, ia menjelaskan praktik tersebut merugikan anggota jamaah. Kasus ini terungkap setelah adanya pengaduan dari anggota jamaah yang tidak menerima tanda terima resmi atau receipt dari Adahi. Sebagai basis penegasan atas anomali birokrasi tersebut, ia menyebutkan: “Cukup banyak yang dirugikan, dan ini berangkat dari pengaduan jamaah yang tidak menerima receipt atau tanda terima dari Adahi,” tegasnya.

Kemenhaj kini bersiap mengayunkan gada sanksi, baik berupa pencabutan izin operasional maupun delik pidana. Merumuskan langkah represif dan yurisdiksi penegakan hukum, ia menyatakan: “Kami akan pastikan oknum KBIHU ini kami tertibkan secara administrasi, kami cabut izinnya, dan kami hukum secara pidana. Karena lokusnya ada di Saudi, kita akan bicarakan dengan aparatur hukum di tanah air,” tuturnya.

Baca Juga:  Gempa M 4,0 Guncang Pangandaran, Tak Ada Kerusakan

Transparansi menjadi harga mati dalam pengusutan ini. Terkait penyampaian informasi yang komprehensif kepada publik, ia menjelaskan bahwa pemerintah akan membuka informasi kasus ini secara resmi dan rinci kepada publik. Ia mengatakan tim juru bicara bersama Direktorat Jenderal Pengendalian, Inspektorat Jenderal, serta Bina Haji dan Umrah akan menyampaikan penjelasan detail, termasuk KBIHU yang diduga terlibat. Menjanjikan akuntabilitas publik yang bakal digelar esok hari, ia menegaskan: “Besok tim jubir, Direktorat Jenderal Pengendalian, Irjen, serta Bina Haji dan Umrah akan menyampaikan secara resmi dan detail mana saja KBIHU yang terlibat,” tegas politikus Gerindra tersebut.

Sengkarut ini menjadi alarm keras bagi pembenahan total sistem di hilir. Mengonstruksi kritik makro terhadap anomali menahun di Tanah Suci, ia juga menyoroti adanya praktik tidak sehat dalam ekosistem layanan haji yang dinilainya telah berlangsung secara sistematis. Menutup argumentasinya dengan komitmen institusional di tengah tantangan pembersihan mafioso haji, ia menegaskan bahwa pemerintah bersama Menteri Haji dan Umrah berkomitmen membenahi tata kelola haji, meskipun langkah tersebut menimbulkan resistensi dari pihak-pihak yang selama ini mengambil keuntungan dari jamaah.

Berita Terkait

Petaka KM Mutiara Sentosa: AHY Desak Ulik Tuntas Kecelakaan di Laut Madura
Sudaryono Bekukan Dapur MBG di Semarang: “Aku yang Tanggung Biaya Rumah Sakitnya”
KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Petaka KM Mutiara Sentosa: AHY Desak Ulik Tuntas Kecelakaan di Laut Madura

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Sudaryono Bekukan Dapur MBG di Semarang: “Aku yang Tanggung Biaya Rumah Sakitnya”

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:22 WIB

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB