TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prajurit Komando Operasi (Koops) TNI Habema (Dok. metrotvnews.com)

Foto: Prajurit Komando Operasi (Koops) TNI Habema (Dok. metrotvnews.com)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengintensifkan operasi perburuan terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pascapembunuhan tiga warga asli Papua di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Operasi penyisiran dan penindakan di wilayah pegunungan memuncak setelah Satgas TNI diserang saat mengawal evakuasi para korban.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), Letnan Jenderal (Letjen) TNI Lucky Avianto, memimpin langsung operasi udara menggunakan dua helikopter tempur TNI Angkatan Udara. Penjelajahan menyasar sejumlah titik hutan dan kawasan sulit yang disinyalir menjadi sarang persembunyian milisi TPNPB-OPM.

Dalam pengerahan armada dan personel ini, Pangkogabwilhan III didampingi oleh Kaskogabwilhan Marsda Joko Sugeng Srianto, Asintel Brigjen Tanjung, serta Asops Brigjen TNI Patar Sitorus. TNI menegaskan komitmen penegakan hukum demi melindungi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Pegawai P3K Kominfo Tewas Setelah Jatuh dari Loteng Satpol PP Kab. Solok

Letjen Lucky Avianto menegaskan bahwa pengerahan alutsista dan pasukan darat dilakukan secara optimal guna menyergap para pelaku kekerasan bersenjata tersebut.

“Kami tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan rule of engagement dan peraturan yang berlaku,” ujar Lucky mengutip dari Metro TV 26 Juli 2026.

Penyisiran darat dan udara digencarkan di kawasan Kali Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Wilayah tersebut menjadi jalur pelarian kelompok OPM usai mengganggu proses evakuasi jenazah korban serangan di Yahukimo. Untuk mengatasi kendala geografis, TNI memaksimalkan pengerahan seluruh modalitas tempur yang tersedia.

“Kami menggunakan semua sumber daya yang kami miliki, menggunakan pesawat helikopter, kemudian kendaraan darat, dan juga ada pasukan yang melaksanakan patroli di lapangan,” tegas Lucky.

Baca Juga:  TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Tewas Ditembak OPM di Yahukimo

Tingkat kesulitan medan di daerah pedalaman Papua diakui menjadi tantangan taktis bagi jajaran prajurit di lapangan. Meski demikian, perburuan dan tindakan hukum akan terus berlanjut sampai situasi keamanan terkendali.

“Saat ini saya menggunakan helikopter dan saya menyaksikan sendiri begitu sulit medan yang dilalui, banyak gunung, kemudian lembah, dan juga sungai yang lebar,” tutur Lucky [02:15].

Melalui operasi terpadu ini, TNI memberikan ultimatum keras kepada jajaran TPNPB-OPM agar segera menghentikan aksi kriminal bersenjata, menyerahkan persenjataan mereka, serta kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berita Terkait

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Sebabkan Kemacetan di Jalur Padang–Painan
TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA yang Tewas Ditembak OPM di Yahukimo
Anak Dioperasi 3 Kali di RSUP M Djamil Padang, Ibu Korban Penganiayaan Berharap Bantuan Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:22 WIB

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:27 WIB

Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja

Berita Terbaru