Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi sebuah ledakan

Gambar ilustrasi sebuah ledakan

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Asap tebal mendadak membubung dari kompleks Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II, Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis (16/7/2026) pagi. Sebuah insiden kecelakaan kerja memicu detonasi hebat yang mengoyak sunyinya pangkalan militer tersebut. Efek destruktif dari ledakan materiil ini memakan korban: 1 prajurit gugur sebagai kesuma bangsa, 4 personel mengalami luka berat, dan 2 lainnya menderita luka ringan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, malapetaka ini terjadi ketika para personel sedang melakukan maintenance berkala di dalam bunker penyimpanan. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, mengungkapkan peristiwa tersebut bermula saat para personel tengah menjalankan tugas operasional rutin di dalam area penyimpanan.

Begitu dentuman memekakkan telinga itu terjadi, satuan di lokasi langsung melakukan tindakan penyelamatan darurat serta melaporkan insiden tersebut secara prosedural dan berjenjang ke komando atas. Triase medis segera diberlakukan demi menyelamatkan nyawa para korban.

Baca Juga:  Tangan Besi Pengumpul Pajak: Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Menjangkau Shadow Economy

“Insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang. Sesaat setelah kejadian, satuan segera melakukan evakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat,” tegas Donny, Kamis (16/7/2026) dilansir dari Tirto.id.

Kini, seluruh korban luka telah berada di bawah pengawasan medis intensif di bawah penanganan tim dokter spesialis. Donny memastikan institusinya langsung mengambil langkah penanganan awal dengan berkoordinasi bersama pihak rumah sakit, serta memberikan perhatian dan pendampingan penuh kepada para prajurit maupun keluarga korban yang ditinggalkan.

“Angkatan Darat berduka cita yang mendalam atas insiden ini. Kami turut berbela sungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dalam tugas, serta mendoakan agar seluruh korban yang masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat pulih kembali,” ungkapnya.

Menyikapi tragedi di fasilitas arsenal ini, Markas Besar TNI AD bergerak cepat. Guna mengusut pemicu pasti ledakan, TNI AD telah membentuk dan memberangkatkan tim investigasi khusus. Tim puslabfor dan ahli amunisi ini telah menuju ke lokasi kejadian di Saradan pada Kamis sore. Penyelidikan dijanjikan berjalan profesional, objektif, serta menyeluruh agar setiap fakta yang ditemukan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Baca Juga:  Bantul Diguncang Gempa M 4,4 Kedalaman 11 Km, Getaran Terasa Kuat di Seluruh Wilayah DIY

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal, serta menghindari spekulasi negatif mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai,” ucap Donny.

Lebih lanjut, Donny menegaskan bahwa TNI AD berkomitmen menangani peristiwa ini secara serius, transparan, dan akuntabel. Dia memastikan hasil investigasi ini nantinya tidak hanya untuk mengungkap kronologi, tetapi juga akan dijadikan bahan evaluasi guna memperkuat penerapan standar keselamatan kerja dalam setiap pengelolaan materiil di lingkungan TNI AD. Audit menyeluruh terhadap standard operating procedure (SOP) pergudangan senjata kini menjadi harga mati agar fatalitas serupa tidak terulang kembali.

Berita Terkait

Petaka KM Mutiara Sentosa: AHY Desak Ulik Tuntas Kecelakaan di Laut Madura
Sudaryono Bekukan Dapur MBG di Semarang: “Aku yang Tanggung Biaya Rumah Sakitnya”
KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Terungkap! Jejak Kelompok Mbalingga di Balik Abu Pesawat dan Kematian Pilot AS di Yahukimo
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Sebabkan Kemacetan di Jalur Padang–Painan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Petaka KM Mutiara Sentosa: AHY Desak Ulik Tuntas Kecelakaan di Laut Madura

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Sudaryono Bekukan Dapur MBG di Semarang: “Aku yang Tanggung Biaya Rumah Sakitnya”

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:22 WIB

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB