ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Suasana Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, kembali berdenyut normal setelah sebuah burung besi militer asing sempat menyita perhatian publik. Pesawat jenis Lockheed C-130T Hercules milik United States Air Force (US Air Force) yang melakukan pendaratan darurat sejak akhir Mei lalu, kini dilaporkan telah mengudara kembali pada Jumat, 5 Juni 2026.
Pihak otoritas bandara mengonfirmasi bahwa seluruh kendala teknis armada tersebut telah diatasi secara komprehensif. General Manager Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Dony Subardono, mengatakan bahwa pesawat itu take off (lepas landas) pukul 13.30 WIB menuju Paya Lebar, Singapura.
Eksplanasi teknis mengenai kesiapan armada tersebut dijabarkan lebih lanjut oleh otoritas setempat melalui pernyataan resminya. Mengutip dari Sumbar Kita, “Kembalinya pesawat itu setelah dilakukan perbaikan mesin nomor tiga dan dilakukan uji kelayakan terbang beberapa kali,” jelasnya.
Sebelumnya, wahana dirgantara tersebut terpaksa mendarat darurat pada 25 Mei 2026 pukul 17.56 WIB akibat cuaca buruk. Terkait manifest dan kronologi deviasi rute penerbangan internasional tersebut, pihak manajemen bandara memberikan pemaparan teoretisnya.
Masih dari portal Sumbar Kita, Dony menyebut pesawat tersebut membawa 16 personel militer dan sebelumnya terbang dari Singapura menuju pangkalan militer Diego Garcia. Namun, dalam perjalanan, pesawat mengalami gangguan teknis.
“Akibat kejadian itu mereka diminta pengawas Kolombo untuk mendarat di bandara terdekat. Karena yang terdekat Bandara BIM, kemudian kita menerima informasi darurat tersebut dari menara pengawas Kolombo yang mengatakan pesawat militer mereka mengalami kerusakan mesin,” ungakp alumnus UGM tersebut, Selasa (2/6/2026).
Insiden ini sempat memicu kekhawatiran terutama dan perbincangkan di media sosial, kecurigaan di ruang publik lokal pun tak dapat tertutupi terkait urgensi kehadiran militer asing di ruang udara Sumatra Barat, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi melalui koordinasi ketat lintas sektoral.









