Lockheed C-130T Hercules Milik Amerika Serikat Akhirnya Tinggalkan Ranah Minang Usai Perbaikan Mesin

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual: Lockheed C-130T tengah mengudara

Visual: Lockheed C-130T tengah mengudara

ARGUMENRAKYAT.COM, Sumbar – Suasana Bandara Internasional Minangkabau (BIM), PADANG Pariaman, kembali berdenyut normal setelah sebuah burung besi militer asing sempat menyita perhatian publik. Pesawat jenis Lockheed C-130T Hercules milik United States Air Force (US Air Force) yang melakukan pendaratan darurat sejak akhir Mei lalu, kini dilaporkan telah mengudara kembali pada Jumat, 5 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak otoritas bandara mengonfirmasi bahwa seluruh kendala teknis armada tersebut telah diatasi secara komprehensif. General Manager Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Dony Subardono, mengatakan bahwa pesawat itu take off (lepas landas) pukul 13.30 WIB menuju Paya Lebar, Singapura.

Baca Juga:  Konflik Amerika Serikat–Israel–Iran Memanas, Pemerintah RI Tingkatkan Kewaspadaan

Eksplanasi teknis mengenai kesiapan armada tersebut dijabarkan lebih lanjut oleh otoritas setempat melalui pernyataan resminya. Mengutip dari Sumbar Kita, “Kembalinya pesawat itu setelah dilakukan perbaikan mesin nomor tiga dan dilakukan uji kelayakan terbang beberapa kali,” jelasnya.

Sebelumnya, wahana dirgantara tersebut terpaksa mendarat darurat pada 25 Mei 2026 pukul 17.56 WIB akibat cuaca buruk. Terkait manifest dan kronologi deviasi rute penerbangan internasional tersebut, pihak manajemen bandara memberikan pemaparan teoretisnya.

Masih dari portal Sumbar Kita, Dony menyebut pesawat tersebut membawa 16 personel militer dan sebelumnya terbang dari Singapura menuju pangkalan militer Diego Garcia. Namun, dalam perjalanan, pesawat mengalami gangguan teknis.

Baca Juga:  Misteri Gelap Gulita di Jantung Sumatra

“Akibat kejadian itu mereka diminta pengawas Kolombo untuk mendarat di bandara terdekat. Karena yang terdekat Bandara BIM, kemudian kita menerima informasi darurat tersebut dari menara pengawas Kolombo yang mengatakan pesawat militer mereka mengalami kerusakan mesin,” ungakp alumnus UGM tersebut, Selasa (2/6/2026).

Insiden ini sempat memicu kekhawatiran terutama dan perbincangkan di media sosial, kecurigaan di ruang publik lokal pun tak dapat tertutupi terkait urgensi kehadiran militer asing di ruang udara Sumatra Barat, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi melalui koordinasi ketat lintas sektoral.

Berita Terkait

KUA Kesambi Dibobol Maling, 177 Buku Nikah Lenyap: Kasus Unik Pertama di Cirebon
TNI Intensifkan Perburuan OPM di Papua Usai Pembunuhan Warga Sipil
Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur di Yahukimo, Aparat Gabungan Buru OTK
Duka di Balik Dinding Gupusmu II: Kala Prosedur Rutin Berujung Petaka
Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Kompolnas Sebut Kasus Kematian Tiga Polisi di Kalteng Sebagai Pembunuhan Sengaja
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia