Misi Diplomasi ‘Macan Asia’: Prabowo Tiba di Washington, Bawa Agenda Pangkas Tarif Dagang dan Perdamaian Gaza

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan Kerja ke Washington DC, Amerika Serikat. Kepala Negara dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (16/02/2026). (foto ksp.go.id)

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan Kerja ke Washington DC, Amerika Serikat. Kepala Negara dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (16/02/2026). (foto ksp.go.id)

WASHINGTON DC – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi memulai kunjungan kenegaraan strategisnya di Amerika Serikat, Senin (16/02/2026). Kunjungan ini menjadi sorotan dunia karena menandai langkah agresif pemerintahan baru dalam memperkuat posisi tawar Indonesia di hadapan raksasa ekonomi dunia.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Didampingi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden AS, Donald Trump. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan membawa misi ekonomi yang sangat spesifik dan krusial bagi hajat hidup orang banyak.

Target Pangkas Tarif 19 Persen

Salah satu poin paling krusial dalam kunjungan ini adalah negosiasi Agreement on Reciprocal Trade (ART). Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan tarif impor dari Amerika Serikat yang saat ini berada di angka 32% menjadi kisaran 19%.

Baca Juga:  Prabowo Sebut Kinerja Polri Berhasil Pertahankan Nol Insiden Terorisme

Penurunan tarif ini diharapkan dapat memangkas biaya produksi industri dalam negeri yang masih bergantung pada bahan baku dari AS, sekaligus membuka keran ekspor produk UMKM Indonesia ke pasar Amerika dengan harga yang lebih kompetitif.

Suara Kemanusiaan: Isu Gaza di Meja Donald Trump

Tidak hanya soal angka dan investasi, Presiden Prabowo juga membawa mandat moral sebagai anggota Board of Peace (Dewan Perdamaian). Di hadapan Donald Trump, Prabowo diprediksi akan menyuarakan posisi tegas Indonesia terkait stabilitas di Timur Tengah, khususnya penghentian kekerasan di Gaza.

“Indonesia tetap pada prinsip bebas aktif. Kita bersahabat dengan semua, tapi kita tidak bisa diam melihat ketidakadilan. Perdamaian dunia adalah prasyarat stabilitas ekonomi global,” ujar Presiden dalam keterangan persnya.

Penguatan Rantai Pasok dan Keamanan Indo-Pasifik

Di sektor pertahanan dan teknologi, kunjungan ini bertujuan untuk mengamankan rantai pasok industri strategis. Indonesia ingin memastikan bahwa kerja sama keamanan di kawasan Indo-Pasifik tidak mengorbankan kedaulatan wilayah, terutama di Laut Natuna Utara.

Baca Juga:  Wamensesneg Jelaskan Sumber Dana Sapi Kurban Presiden

Redaksi Argumen Rakyat Menilai: Langkah Presiden Prabowo ke Washington adalah bukti bahwa Indonesia mulai “menggigit” di panggung global. Namun, redaksi mengingatkan agar penurunan tarif 19% tersebut benar-benar dinikmati oleh rakyat dan pelaku industri kecil, bukan hanya memuluskan jalan bagi importir besar. Diplomasi haruslah menjadi alat untuk kemakmuran rakyat.

Sumber Berita & Referensi:

  • Sekretariat Presiden RI: Laporan Keberangkatan Kunjungan Luar Negeri Februari 2026.

  • Kementerian Luar Negeri RI: Update Diplomasi Bilateral Indonesia-Amerika Serikat.

  • Antara News: Agenda Presiden Prabowo di Washington DC dan Pertemuan Board of Peace.

  • Kompas.id: Analisis Ekonomi Agreement on Reciprocal Trade (ART) 2026.

  • CNBC Indonesia: Proyeksi Dampak Penurunan Tarif Dagang RI-AS.

Berita Terkait

Kemendagri Sebut Data Terintegrasi Kunci Tanggap Darurat
Kementerian PU Pulihkan 9 Ruas Jalan Nasional di NTT Pascagempa
Pengamat Timur Tengah Sebut Iran di Atas Angin dan Mempermainkan Amerika Serikat dalam Eskalasi Konflik
Diplomasi Bola Liar: Korsel Buka Pintu Indonesia jadi Mediator dengan Pyongyang
Gertak Sambal di Jalur Minyak: Ketika Trump Memutar Haluan ke Meja Perundingan
Makin Memanas! AS dan Arab Saudi Balas Serang Milisi Pro-Iran di Irak
Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Kemendagri Sebut Data Terintegrasi Kunci Tanggap Darurat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Kementerian PU Pulihkan 9 Ruas Jalan Nasional di NTT Pascagempa

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Pengamat Timur Tengah Sebut Iran di Atas Angin dan Mempermainkan Amerika Serikat dalam Eskalasi Konflik

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Diplomasi Bola Liar: Korsel Buka Pintu Indonesia jadi Mediator dengan Pyongyang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Gertak Sambal di Jalur Minyak: Ketika Trump Memutar Haluan ke Meja Perundingan

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB