Rupiah Melemah, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rupiah Melemah, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

Ilustrasi Rupiah Melemah, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

Argumenrakyat.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan mata uang nasional tersebut dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global serta meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan internasional.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data pasar menunjukkan rupiah ditutup melemah sekitar 39 poin dan berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh sentimen global, termasuk pergerakan suku bunga di Amerika Serikat serta kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik yang mempengaruhi arus investasi di negara berkembang.

Pengamat ekonomi menilai fluktuasi nilai tukar rupiah masih berada dalam rentang yang wajar. Namun demikian, kondisi ini tetap perlu diantisipasi agar tidak berdampak pada stabilitas ekonomi nasional, terutama terhadap inflasi dan aktivitas perdagangan internasional.

Baca Juga:  Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk

Pemerintah bersama Bank Indonesia disebut terus memantau perkembangan pasar keuangan. Sejumlah langkah stabilisasi juga disiapkan untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan kondisi ekonomi tetap terkendali.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan berbagai strategi fiskal guna menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali serta memastikan daya beli masyarakat tetap stabil menjelang momentum Lebaran.

Para analis menilai, dalam beberapa pekan ke depan pergerakan rupiah masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global serta kebijakan moneter negara-negara besar. Oleh karena itu, koordinasi kebijakan antara pemerintah dan otoritas keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

Baca Juga:  Rupiah Menguat, Apa yang Terjadi?

Meski menghadapi tekanan eksternal, sejumlah indikator ekonomi domestik masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Konsumsi masyarakat, aktivitas perdagangan, serta sektor usaha kecil dan menengah masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah, diharapkan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga dan dampak gejolak global dapat diminimalkan.(**)

Berita Terkait

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur
Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Sudaryono Ditunjuk Jadi Pengganti

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru