BSSN Peringatkan Ransomware Tinbapore Incar Perbankan Nasional, Pemerintah Perketat Firewall Digital

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi BSSN Peringatkan Ransomware Tinbapore Incar Perbankan Nasional, Pemerintah Perketat Firewall Digital(Foto AI)

Ilustrasi BSSN Peringatkan Ransomware Tinbapore Incar Perbankan Nasional, Pemerintah Perketat Firewall Digital(Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengeluarkan peringatan darurat pada Minggu (3/5/2026). Lembaga itu mendeteksi varian ransomware baru. Varian ini secara spesifik menargetkan infrastruktur keuangan di Indonesia.

Peringatan Darurat BSSN

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyampaikan peringatan dini ini. Ia menindaklanjuti temuan lonjakan aktivitas malware dalam beberapa pekan terakhir. Para pelaku berusaha melumpuhkan sistem transaksi digital. Modus mereka menyusup melalui tiga titik rentan. Ketiga titik itu adalah nasabah, sistem pendukung pihak ketiga, dan sistem inti perbankan. Sistem pendukung pihak ketiga mencakup payment gateway dan switching system. Sistem inti perbankan dikenal sebagai core banking.

Jenis Ancaman dan Daftar Korban

Pekan lalu, perusahaan keamanan siber global F5 Networks mendeteksi varian kelima dari banking trojan Tinba. Perusahaan itu menamai varian tersebut Tinbapore. Varian ini aktif menyerang institusi keuangan di Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu target utamanya. Aktivitas malware ini mencakup 20% dari total aktivitas global.

Baca Juga:  Era Pasca-Smartphone: Perang Perangkat ‘Wearable AI’ Tanpa Layar Mulai Geser Dominasi Ponsel Pintar

Ancaman ransomware nyata juga telah mencatatkan korban. Pada pertengahan April 2026, pihak yang tidak dikenal diduga menyerang Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan ransomware. Serangan ini menyebabkan layanan BSI offline selama beberapa hari. Peristiwa itu diduga mengakibatkan kebocoran 15 juta data pengguna.

Sebelumnya, pada 22 Februari 2026, peretas luar negeri membobol Bank Jambi. Peretasan ini menyebabkan gangguan akses mobile banking dan ATM. Kerugian mencapai Rp143 miliar dari sekitar 6.000 rekening nasabah yang dibobol.

Satuan Tugas Kejahatan Siber Polri mencatat data yang mengkhawatirkan. Secara grup Telkom, aktivitas serangan ke sektor perbankan merupakan yang tertinggi setiap bulan. Jenis serangan yang paling dominan adalah ransomware. Petugas mencatat tembusan hingga 2.000 aktivitas serangan per bulan.

Langkah Pemerintah Menghadapi Ancaman

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons ancaman yang kian sistematis ini. Komdigi mendesak seluruh lembaga penyedia layanan publik untuk segera melakukan audit sistem keamanan. Lembaga tersebut juga harus memperbarui protokol enkripsi data.

Baca Juga:  YouTube Down Pagi Ini 18 Februari 2026: Layanan Eror, Beranda Kosong, Ini Penjelasannya!

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengimbau seluruh industri perbankan. OJK meminta bank meningkatkan kewaspadaan. Bank harus mewaspadai serangan yang menyasar rantai pasok digital. Selain itu, bank perlu waspada terhadap rekayasa sosial (social engineering) pada nasabah.

Pemerintah menyiapkan langkah konkret. Mereka merancang firewall digital nasional. Pemerintah berharap firewall ini mampu mengamankan data perbankan dan pemerintahan. BSSN juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, industri perbankan, perusahaan teknologi informasi, industri keamanan siber, asosiasi, serta kalangan akademisi.

Pihak otoritas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Namun, masyarakat harus waspada saat melakukan transaksi daring. Nasabah tidak boleh mengklik tautan mencurigakan. Nasabah hanya boleh menggunakan aplikasi resmi dari app store terpercaya. Jika menemukan aktivitas mencurigakan pada rekening, nasabah harus segera menghubungi bank. Masyarakat juga dapat melaporkan insiden siber melalui situs resmi BSSN di alamat https://www.bssn.go.id. (**)

Berita Terkait

Tokoh Inspirasi AI: Fei-Fei Li, “Godmother of AI” di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan Modern
Bukan Cuma Iseng, Ini 3 Profesi Digital Baru yang Paling Diburu Industri Kreatif Tahun Ini
Edukasi Teknologi: Selain SEO, Mulai Kenali GEO agar Konten Anda Tetap Ditemukan Kecerdasan Buatan
Upskilling atau Tergerus? Strategi Bertahan di Era Otomasi
Makin Canggih, Tren Kreator Podcast Gunakan AI Voice Synthesis untuk Efisiensi Produksi
Whale Crypto Serbu Solana: Amankan Aset atau Bull Run?
Etika Berkomentar di Medsos yang Sering Terlupakan: Jempolmu Harimaumu
Tak Perlu Pusing Lagi! Ini Cara Mudah Manfaatkan AI untuk Urusan Rumah Tangga di Hari Minggu

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tokoh Inspirasi AI: Fei-Fei Li, “Godmother of AI” di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan Modern

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:00 WIB

Bukan Cuma Iseng, Ini 3 Profesi Digital Baru yang Paling Diburu Industri Kreatif Tahun Ini

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:00 WIB

Edukasi Teknologi: Selain SEO, Mulai Kenali GEO agar Konten Anda Tetap Ditemukan Kecerdasan Buatan

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00 WIB

Upskilling atau Tergerus? Strategi Bertahan di Era Otomasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:00 WIB

Makin Canggih, Tren Kreator Podcast Gunakan AI Voice Synthesis untuk Efisiensi Produksi

Berita Terbaru