ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Kabut misteri menyelimuti Gunung Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar. Seorang pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23), dilaporkan hilang di kawasan puncak sejak Minggu, 31 Mei 2026. Hingga Selasa, 2 Juni 2026, tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih berjibaku menyisir vegetasi rapat demi menemukan warga Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara tersebut.
Petaka bermula saat Faiz mendaki bersama rombongannya pada Minggu pagi. Berdasarkan rekonstruksi kronologis dari otoritas berwenang, Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, memaparkan dinamika peristiwa tersebut, bahwa korban bersama rombongan tiba di puncak gunung sekitar pukul 12.30 WIB.
Nahas, kegembiraan di titik tertinggi itu berubah menjadi kepanikan masal saat estafet kepulangan bersiap dimulai. Dalam eksplanasi resminya, Al Hussain menegaskan variabel krusial terkait hilangnya korban, “Saat rombongan bersiap meninggalkan puncak, rekan-rekan korban menyadari bahwa korban tidak lagi berada di lokasi. Korban terakhir terlihat di area puncak Gunung Seulawah,” kata Al Hussain dalam keterangan tertulis, Selasa dilansir dari Tirto.id (2/6/2026).
Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian mandiri, namun nihil hasil. Laporan formal akhirnya masuk ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh via personel Polsek Lembah Seulawah pada Selasa pagi pukul 06.30 WIB.
Aksi respons cepat segera diinisiasi. Basarnas Banda Aceh, Polsek dan Koramil Lembah Seulawah, BKSDA, serta masyarakat lokal langsung bergerak ke zona pencarian. Guna menunjang efektivitas operasi di medan terjal, tim SAR menerjunkan satu unit rescue truck, drone thermal, GPS, alat komunikasi, perlengkapan gunung hutan, hingga anjing pelacak (K-9). Hingga kini, penyisiran intensif di sekitar area puncaktitik awal hilangnya Faiz masih terus dilakukan secara masif.









