Presiden Prabowo Tanggapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.600: “Masyarakat Desa Tidak Pakai Dolar”

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Tanggapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.600. Source: Google/Arrahmah.id

Presiden Prabowo Tanggapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.600. Source: Google/Arrahmah.id

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan terkait pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan ini terjadi pada perdagangan Jumat (15/5/2026). Rupiah sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS. Angka ini menjadi yang terlemah sepanjang sejarah.

Rupiah Masih Melemah Hari Ini

Memasuki perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026), rupiah masih melanjutkan pelemahannya. Data Bloomberg pada perdagangan Senin pagi mencatat rupiah terkoreksi 58 poin (0,33%). Rupiah berada di posisi Rp17.654,5 per dolar AS. Sementara itu, data Reuters pada pukul 02.20 GMT menunjukkan rupiah di level Rp17.650 per dolar AS. Angka itu melemah 1,08% dibandingkan posisi hari sebelumnya. Data lain dari CNN Indonesia juga mencatat pelemahan. Rupiah melemah 33 poin (0,19%) menjadi Rp17.630 per dolar AS.

Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan Asia. Penyebabnya antara lain lonjakan harga minyak dunia. Selain itu, terjadi kenaikan imbal hasil obligasi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga turut mempengaruhi pasar.

Prabowo Beri Tanggapan saat Peresmian Koperasi di Nganjuk

Presiden Prabowo menyampaikan pernyataannya pada Sabtu (16/5/2026). Ia sedang meresmikan 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Acara berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Pemerintah memusatkan acara di Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Para hadirin terdiri dari jajaran menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI-Polri, kepala daerah, serta para pengurus koperasi dari berbagai daerah.

Baca Juga:  Polri Miliki 1.179 SPPG, Program MBG Serap Sekitar 58 Ribu Tenaga Kerja

Di hadapan para hadirin, Presiden dengan nada berkelakar menanggapi kekhawatiran masyarakat. Ia merespons posisi rupiah yang menembus level terendah sepanjang sejarah. Prabowo meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. Ia khususnya menyampaikan ini kepada mereka yang tinggal di pedesaan.

Ia berkata, “Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, nggak usah kau khawatir, mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar. Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri.” Kutipan ini diambil dari tayangan Sekretariat Presiden.

Presiden bahkan menyebut sejumlah nama hadirin. Menurutnya, mereka lebih terdampak oleh pelemahan rupiah. Nama-nama itu antara lain Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Ketua Kadin Anindya Bakrie.

Prabowo menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia meminta masyarakat tidak perlu panik. “Percaya, ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, ya, ngomong apa, Indonesia kuat,” tuturnya. “Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita, semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat.”

Pemerintah Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP. Sebanyak 530 unit berada di Jawa Timur. Unit-unit itu tersebar di tujuh kabupaten. Sisanya, 531 unit berada di Jawa Tengah. Unit-unit itu tersebar di delapan kabupaten/kota. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan. Pemerintah fokus pada basis desa dan kelurahan. Mereka mengembangkan koperasi yang produktif dan terintegrasi

Baca Juga:  Purbaya Sebut Ekonomi Bagus, Di Tengah Guncangan Rupiah

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan laporannya. Ia mengatakan bahwa peresmian ini bukan sekadar meresmikan bangunan fisik. Lebih dari itu, peresmian ini menghadirkan instrumen keadilan ekonomi bagi masyarakat desa di Indonesia. Menurut Zulhas, KDKMP merupakan bentuk pelaksanaan ekonomi konstitusional. Dalam konsep ini, negara hadir untuk memastikan rakyat menjadi pelaku utama pembangunan. Rakyat juga menjadi penerima manfaat utama.

Presiden Prabowo sendiri menegaskan bahwa peresmian ini merupakan tonggak bersejarah. Untuk pertama kalinya, pemerintah mampu meresmikan ribuan koperasi. Koperasi-koperasi itu sudah siap beroperasi secara fisik lengkap. Pemerintah melakukannya dalam waktu yang relatif singkat.

Dampak Pelemahan Rupiah Tetap Terasa ke Desa

Meskipun Presiden menyampaikan optimisme, pernyataan tersebut menuai beragam tanggapan dari publik. Sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa masyarakat pedesaan tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar AS. Namun, barang-barang seperti pupuk, bahan bakar minyak, pakan ternak, obat-obatan, mesin pertanian, hingga sebagian bahan pangan sangat dipengaruhi oleh kurs dolar.

Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.600 per dolar AS pada Jumat (15/5/2026) mulai memunculkan kekhawatiran. Masyarakat khawatir terhadap kenaikan harga barang dan daya beli. Para ekonom pun memperingatkan bahwa dampak pelemahan rupiah pada akhirnya akan tetap terasa. Dampak ini akan mencapai hingga ke tingkat pedesaan. Mekanismenya melalui harga barang-barang kebutuhan pokok. Sebagian besar kebutuhan pokok masih bergantung pada komponen impor.(**) 

Berita Terkait

Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman
Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk
Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK
Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit
Dinamika Perekonomian Masyarakat Minangkabau: Mengenang Kejayaan Dagang Pariaman Abad XIX
Ekspor CPO hingga Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Prabowo: Biar Rakyat Sejahtera!
Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.743, BI Sebut Musiman tapi DPR Menagih Janji
Pelemahan Rupiah Ancam PHK Massal, Ini Kata Pengamat

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:20 WIB

Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman

Senin, 1 Juni 2026 - 11:16 WIB

Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:24 WIB

Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:39 WIB

Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

Dinamika Perekonomian Masyarakat Minangkabau: Mengenang Kejayaan Dagang Pariaman Abad XIX

Berita Terbaru