**JAKARTA, ArgumenRakyat.com —** Rasa lelah tidak selalu bisa diatasi dengan tidur. Kelelahan mental dan kelelahan emosional adalah dua kondisi berbeda yang membutuhkan penanganan berbeda pula.
Kelelahan fisik biasanya cukup diatasi dengan istirahat dan asupan energi yang layak. Sebaliknya, kelelahan mental dan emosional perlu penanganan tersendiri karena pemicunya tidak sama.
Kelelahan Mental
Kelelahan mental muncul ketika pikiran terus-menerus fokus dalam waktu lama atau mengerjakan sesuatu yang menuntut upaya mental intens. Kondisi ini kerap dipicu multitasking, tumpukan tanggung jawab pekerjaan, mengurus anak, hingga mendampingi lansia.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Untuk meredakannya, seseorang dapat menyisihkan beberapa menit istirahat setiap satu hingga dua jam kerja. Teknik Pomodoro dengan pola 25 menit bekerja dan lima menit jeda bisa menjadi pilihan, begitu pula peregangan, jumping jack, atau jalan kaki 10-15 menit di sela jam istirahat.
Menemukan cara untuk bersantai juga membantu, misalnya meditasi, yoga, menonton film, atau mendengarkan musik favorit.
Kelelahan Emosional
Kelelahan emosional adalah kondisi kehabisan tenaga secara emosional akibat akumulasi stres dari kehidupan pribadi, pekerjaan, atau keduanya. Orang yang mengalaminya sering merasa tidak punya kendali atas hidup dan merasa terjebak dalam situasi tertentu.
Penanganannya dimulai dengan mengenali dan mengurangi pemicu stres, mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, serta memastikan waktu tidur cukup. Karena pemicu dan penanganannya berbeda, mengenali jenis kelelahan yang dialami menjadi langkah awal agar solusi yang diambil tepat.









