Jakarta, ArgumenRakyat.com — Paparan karbon monoksida berpotensi menghambat pasokan oksigen ke organ vital, terutama otak dan jantung, hingga memicu kerusakan fatal, Senin, 19 Oktober 2026.
Perhatian pada gas ini mencuat setelah peta satelit milik lembaga antariksa Amerika Serikat memperlihatkan sebaran karbon monoksida berkonsentrasi tinggi di atas wilayah Indonesia. Gas CO tidak berwarna dan tidak berbau sehingga keberadaannya sulit diketahui tanpa alat pendeteksi.
Cara Kerja Racun CO di Dalam Tubuh
Merujuk panduan Organisasi Kesehatan Dunia soal kualitas udara dalam ruangan, gas CO yang terhirup masuk ke paru-paru. Dari sana, gas itu menurunkan kemampuan darah mengangkut oksigen sekaligus menghambat pelepasan oksigen ke jaringan.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Otak dan jantung termasuk organ yang paling membutuhkan oksigen. Kekurangan oksigen yang parah dapat merusak sel saraf hingga memicu kehilangan kesadaran dan kematian pada kasus fatal.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala keracunan CO bergantung pada konsentrasi gas di udara, lama paparan, dan riwayat medis seseorang. Gejala awal meliputi sakit kepala, pusing dan lemas, mual atau muntah, rasa lelah tak biasa, serta sulit berkonsentrasi.
Pada kondisi lebih serius, paparan gas ini dapat menimbulkan sesak napas, kebingungan, hingga hilang kesadaran. Orang dengan riwayat penyakit jantung dinilai lebih rentan terhadap dampaknya.









