JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Dugaan pesta narkoba jenis sabu di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, Jawa Barat, viral di media sosial dan menyeret dua oknum petugas yang diduga memfasilitasi warga binaan, Senin (5/10/2026).
Sebuah video yang diduga merekam pesta narkoba di dalam Rutan Kelas I Depok beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) terlihat berpesta dan berjoget, diduga di bawah fasilitasi oknum petugas yang menyediakan barang haram tersebut.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno, memastikan pihaknya telah mengambil langkah hukum terhadap oknum pegawai yang diduga terlibat. “Penanganannya dari hasil pemeriksaan yang masih berjalan. Untuk pegawainya yang terkait, dari kemarin Karutan sudah buat LP (Laporan Polisi) dan sedang ditindaklanjuti,” kata Yudi saat dikonfirmasi di Bandung, Senin.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Warga Binaan Digeser ke Lapas Lain
Selain menindak oknum pegawai, Ditjenpas juga mengambil langkah terhadap warga binaan yang diduga ikut dalam pesta narkotika tersebut. Mereka dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan lain agar proses pemeriksaan berjalan tanpa gangguan. “Untuk warga binaannya sudah digeser ke lapas lain,” ujar Yudi.
Sejumlah laporan menyebut sekitar 22 narapidana dan dua petugas menjalani pemeriksaan terkait peristiwa ini. Kasus tersebut menambah deretan persoalan di lingkungan lembaga pemasyarakatan yang tengah menjadi sorotan publik.
Yusril Belum Terima Laporan Lengkap
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengaku belum menerima laporan lengkap soal peristiwa itu. “Belum clear masalah itu dan saya juga belum mendapat laporan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ucap Yusril dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Yusril menyatakan dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepolisian, serta Ombudsman RI untuk menyusun langkah penertiban lapas secara lebih sistematis. Ia berharap penyegaran pejabat di lingkungan pemasyarakatan mampu memperkuat kerja sama dengan Polri maupun Badan Narkotika Nasional.









